Showing posts with label Positive Tought. Show all posts
Showing posts with label Positive Tought. Show all posts

Wednesday, August 11, 2021

Ayo Donor Plasma Konvalesen!


Pandemi Covid-19 telah berlangsung 1,5 tahun dan kalau boleh saya bagi menjadi 2 periode besar yakni periode pertama sejak pandemi mulai terjadi di awal 2020 hingga mulai ‘terkendali’ dan Indonesia seakan telah memasuki periode New Normal. Periode kedua terjadi saat varian Delta mulai masuk (Juni 2021) dan masih menimbulkan segala kekacauan hingga saat ini.


Kamu, saya, dan orang di sekitar kita kemungkinan besar berhasil melalui periode pertama pandemi dengan aman, tubuh yang sehat, sangat jarang terkena flu, dan tidak terjangkit Covid-19. Periode kedua, nah, periode kedua adalah saat kamu, saya, dan orang di sekitar kita telah terjangkit Covid-19, dan sayangnya sangat banyak yang tak mampu bertahan.


Wednesday, February 13, 2019

Menjadi Janggal

"Pertama kita membentuk kebiasaan dan kebiasaan akan membentuk kita. Kalahkan kebiasaan buruk Anda, atau mereka akan mengalahkan Anda." -Dr. Rob Gilbert


Berdasarkan hasil penelitian Duke University, sebesar 40% aktivitas manusia didasari oleh kebiasaan. Jadi aktivitas rutin seperti bangun pagi, mandi, belajar, bekerja, tidur sebagian besar didasari oleh kebiasaan, yang dibentuk tak hanya dari diri pribadi tapi juga dari lingkungannya. Seperti ketika warga Indonesia berada di Singapura, maka kebiasaannya akan menjadi tertib seperti bagaimana lingkungan di Singapura: tertib keluar masuk angkutan umum, tertib menyeberang kendaraan, tidak membuang sampah sembarang. Tapi orang yang sama ketika kembali berada di Indonesia, maka kebiasaan tertib itu kemudian luruh: rebutan masuk kereta lagi, melanggar marka jalan lagi, membuang puntung rokok sembarangan lagi.

Monday, September 25, 2017

Desa Terpacu untuk Ekonomi Melaju


Menjadi petugas lapangan membuat saya lumayan sering berinteraksi dengan masyarakat dan mengenal kondisi ekonomi secara riil khususnya di Lombok Timur dan Lombok Tengah, wilayah kerja saya 4 tahun belakangan. Dibandingkan 3-4 tahun lalu terjadi perubahan signifikan di desa-desa dengan adanya Program Dana Desa dari dana APBN, pembangunan terjadi nyaris di seluruh desa yang saya lewati dan kunjungi. Mungkin itu salah satu alasan saya menikmati kunjungan lapangan dengan sepeda motor karena bisa menelusuri jalan-jalan tanah yang baru dibuka, bukti bahwa jerih payah pengumpulan Pajak bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat hingga level terbawah.

Harus dipahami bahwa Pemerintahan yang sekarang berkonsentrasi untuk pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, terluar, perbatasan, dan desa, sehingga program subsidi dan pembangunan di kota dikurangi, tentu masyarakat kota pada umumnya akan merasakan seakan-akan kondisi ekonomi begitu susah akhir-akhir ini (sampai tercetus istilah "kemana uang pergi? Kok usaha dimana-mana sepi!"). Pemerataan ekonomi yang dicita-citakan sejak Negara ini merdeka mungkin mulai terwujud saat ini. Sebagai gambaran, sejak 2015 setiap desa memperoleh dana untuk pembangunan infrastruktur lebih dari Rp500 juta, dan tahun 2017 nilainya telah lebih dari Rp700 juta. Tinggal dihitung ada berapa ratus desa di tiap kabupaten, maka nilai Dana Desa ini besar sekali!

Friday, December 30, 2016

Sistem Kebut Semalam (SKS)


Sistem pendidikan di Indonesia yang (dulunya) penuh dengan hapalan membuat istilah Sistem Kebut Semalam (SKS) terkenal, artinya untuk keperluan ujian esok hari, materi pelajaran dihapal dalam waktu singkat (biasanya semalam sampe bablas subuh), sedangkan di hari biasa materi itu nyaris tak tersentuh (eh,). Memang ada orang-orang tertentu yang lebih cocok belajar SKS karena memiliki ingatan yang kuat, tapi biasanya materi yang dipelajari dengan SKS akan cepat sekali dilupakan (begitu menyerahkan lembar jawaban, langsung musnah hapalannya).

Nyatanya, SKS tak hanya terjadi dalam dunia pendidikan, masyarakat Indonesia sangat gemar melakukan segala sesuatu menunggu sampai batas akhir yang ditentukan. Misalnya proyek infrastruktur pemerintah jika ditanya H-10 atau H-5 dikatakan proyek baru 60-70%, tapi nanti di hari H proyek telah selesai (atau dianggap selesai?). Mungkin kalau jembatan baru sudah selesai di H-10 ditakutkan pas di Hari H saat peresmian, jembatannya sudah penuh coretan macam "Arix love Memey", baut-bautnya dicuri, atau sudah ada polisi tidurnya.

Saturday, July 23, 2016

Selamat Hari Anak Nasional, selamat menikmati masa kanak-kanak!



Kapan masa terindah bagi seseorang?
Ada yang mengatakan hidup di tahun 90-an adalah masa terindah. Ratusan posting tentang hal itu beredar di internet, mengagungkan masa 90-an dan membandingkan dengan kehidupan anak jaman sekarang. Sebagian lagi mengatakan masa SMA adalah masa terbaik dalam hidup mereka, dan selalu mencari cara untuk mengenang bahkan menjalani kembali masa SMA itu, seperti ikut group chat dan menginisiasi ngumpul bareng.

Bagi saya sendiri, masa SMP dan SMA memang berkesan tapi tak begitu indah karena saya tinggal indekost dan harus berpikir setiap hari untuk kebutuhan sehari-hari seperti apa menu makan untuk esok hari, atau kapan harus mencuci pakaian. Kebetulan masa itu terjadi di awal 2000-an, jadi secara de facto saya ikut aliran memuja tahun 90-an.

Thursday, April 21, 2016

Kata dan Kartini


Hari ini 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh perempuan yang memiliki pemikiran visioner di masanya. Di jaman ketika perempuan hanyalah 'aksesoris' bagi laki-laki, Kartini memberontak dan menuangkan pemikirannya dalam barisan kata yang kemudian menjadi semangat Nusantara untuk mewujudkan emansipasi perempuan, atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Andai Kartini hanya melamunkan visinya tanpa disampaikan dalam kata dan kalimat, mungkin kita tak akan bisa melihat perempuan menjadi supir, guru, arsitek, Juru Sita Pajak Negara, anggota polisi, pilot, Menteri Negara, hingga Presiden! Seperti halnya di beberapa negara di Asia yang sampai saat ini masih melarang perempuan untuk menyetir mobil atau bahkan sekedar menonton sepakbola di stadion.

Sunday, April 17, 2016

Syukur Masih Bisa Bersyukur


Kalau Anda orang Bali dan ketika musibah menimpa keluarga atau tetangga, akan terbiasa mendengar tanggapan yang mengandung kata "Aget" atau dalam bahasa Indonesia berarti "Untung", bukan karena mereka senang telah ditimpa musibah, tapi karena selalu ada sisi positif dari setiap peristiwa yang terjadi. Contohnya mereka akan mengatakan:
"Pedalem ye kemalingan, tapi aget sing mekejang telah
Terjemahannya : Kasihan mereka kemalingan, tapi untunglah tidak semua hartanya diambil.

"Panake tabrakan ibi, aget baisne gen metatu"
Terjemahannya : Kemarin anakku mengalami kecelakaan, untung cuma kakinya saja yang luka.

Bagi saya, mengucap kalimat positif seperti itu lebih baik karena membuat pikiran lebih jernih meskipun setelah ditimpa musibah, atau setidaknya menenangkan mereka yang ditimpa musibah. Bagi saya itu adalah bentuk dari rasa syukur.

Friday, January 8, 2016

Tutorial Untuk Berpuasa 24 Jam (berdasarkan pengalaman pribadi)


Selamat Tahun Baru 2016!

Memulai tahun yang baru biasanya diisi dengan mewujudkan resolusi tahun baru yang telah dicanangkan akhir tahun kemarin, nah bagi yang resolusinya menurunkan berat badan atau ingin bisa berpuasa secara penuh, saya coba bagi pengalaman pribadi saya tentang berpuasa.

Saya sendiri sebenarnya sangat suka makan, bahkan dulu ketika masih kuliah di Bintaro, yang menjadi penyemangat hari-hari saya adalah memikirkan makan apa besok dan betapa enaknya makanan itu meski cuma nasi di Warung Jawa sederhana. Saya suka makan tapi tak begitu suka ngemil, sukanya ya makan nasi pakai sayur dan lauk, bahkan bisa sampai 4-5 kali makan kalau sudah di rumah orang tua, hahaha..

Monday, December 14, 2015

Saya Tak Suka Kejahatan

Lho, memang ada yang suka?
Ada kok. Penjahat memiliki istri dan anak-anak yang mencintainya. Perusahaan pembakar hutan Sumatera dan Kalimantan memiliki banyak karyawan yang menggantungkan isi periuk nasinya dari keberadaan perusahaan itu. Ajaran atau aliran sesat juga dihormati oleh penganutnya dan dibanggakan oleh penciptanya.

Saturday, November 14, 2015

(Ingin) Berbuat Baik itu Banyak Cobaannya

Jumat, 13 November 2015 terjadi serangan teroris di beberapa titik di kota Paris yang menewaskan lebih dari 120 orang dan melukai ratusan lainnya. Tragedi ini tentu menimbulkan kecemasan dan ketakutan global terhadap serangan teroris, dan memang itulah tujuan utama terorisme, menciptakan teror. Di saat seperti ini adalah momen yang tepat untuk berbuat baik dan menyebarkan kebaikan, karena itu akan mengangkat suasana menjadi lebih baik. Media sosial tak hanya dijejali saling hujat, isu-isu negatif, dan provokasi, tapi diimbangi oleh berita-berita baik.

Monday, January 12, 2015

Ayo kuliah di Universitas Terbuka! Negeri lho!


Bagi kamu yang sudah bekerja tapi masih ingin melanjutkan pendidikan, salah satu alternatif yang bisa ditempuh adalah mendaftar kuliah di Universitas Terbuka (UT). Seperti yang saya sendiri alami, setelah lulus Diploma III, (beruntungnya) saya langsung bekerja sebagai PNS dengan hari kerja Senin-Jumat pukul 07.30 sampai 17.00 jadi andai mau melanjutkan pendidikan, harus mencari kampus yang menyediakan kuliah malam dan kuliah di hari Sabtu-Minggu.

Apa itu UT? Saya kutip dari Wikipedia, Universitas Terbuka adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 di Indonesia yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh. Dengan jumlah mahasiswa aktif lebih dari 460.000, UT tergolong dalam “The Top Ten Mega University of the World” dan salah satu anggota sekaligus pendiri “The Global Mega-University Network (GMUNET). GMUNET didirikan pada tahun 2003 merupakan jaringan universitas terbuka seluruh dunia dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar lebih dari 100.000 orang. Daripada kuliah di universitas atau sekolah tinggi swasta, tentu lebih menjanjikan (dan lebih murah) apabila kuliah di perguruan tinggi negeri.

Tuesday, December 2, 2014

Antre bukan Antri


Kenaikan harga BBM bersubsidi (atau dalam bahasa Pemerintah: pengalihan subsidi dari konsumtif ke produktif) November lalu, dibarengi dengan program bantuan bagi rakyat kurang mampu yang bernama Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). PSKS ini berupa uang tunai sebesar Rp400.000,00 yang dibagikan melalui kantor-kantor Pos di seluruh Indonesia.

Masyarakat tampaknya sangat antusias dengan PSKS ini, karena setiap kantor Pos yang saya lihat sedang membagikannya dijejali lautan manusia, baik itu pagi ataupun siang, panas terik maupun hujan rintik. Kantor Pos yang tak seberapa besar menjadi arena berdesak-desakan dan berebut giliran paling depan, meski saya tidak yakin jika PSKS ini menggunakan prinsip "siapa cepat dia dapat".

Wednesday, September 3, 2014

Motivasi



Sebagai manusia kita melakukan berbagai hal karena didasari oleh motivasi tertentu, tak seperti binatang yang sebagian besar perbuatannya didasari oleh naluri atau insting. Peran motivasi dalam kehidupan manusia semakin hari semakin disadari pentingnya, bandingkan saja jumlah motivator yang ada di tahun 90-an dengan sekarang. Bahkan ada seorang motivator lokal yang mampu membuat acara TV mingguan yang lumayan laris, tak seperti motivator lain yang biasanya menyimpan ilmunya untuk diberikan saat dikontrak untuk mengisi acara di kantor-kantor atau perusahaan.

Motivasi itu bisa datang darimana saja, tergantung kejelian kita memandang suatu hal atau suatu peristiwa. Saya pernah mengalami termotivasi untuk menjalankan diet ala OCD-nya Deddy Corbuzier hanya karena kasihan pada celana pendek dan celana kantor yang sudah tidak muat lagi dan terpaksa dihibahkan. OCD saat itu berhasil saya jalani dengan sempurna. Sampai saat ini saya tak mau mencoba merokok bukan karena takut terkena kanker, impotensi, atau gangguan kehamilan dan janin, tapi karena motivasi sederhana: Tak mau kalah dengan Bapak yang tidak merokok. Dia saja dulu hidupnya berat dengan penghasilan pas-pasan harus menghidupi banyak anak yang masuk sekolah nyaris bersamaan (belum lagi tak ada HP atau internet atau Google), tapi tidak menjadikan rokok sebagai pelarian dari masalah.

Wednesday, May 28, 2014

Mempertahankan memang lebih berat daripada meraih

Gelaran Liga Champion berakhir beberapa waktu lalu, dengan Real Madrid menjadi juara setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 4-1 lewat perpanjangan waktu. Permainan yang gigih ditunjukkan Atletico Madrid, meski kalah kualitas pemain dari Real Madrid tapi mampu unggul 1-0 sampai menit ke-90, sebelum Sergio Ramos mencetak gol penyama kedudukan. Akhirnya Los Rojiblancos tak mampu mempertahankan konsistensi permainan, dan kebobolan 3 gol di masa extra time. Perjuangan heroik sampai lolos ke babak final Atletico harus berakhir karena tak mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Liga Champion memang gelaran sepak bola paling bergengsi untuk level klub di dunia, meski hanya dimainkan oleh klub sepak bola dari benua Eropa. Bayern Muenchen sebagai juara bertahan, dijagokan menjadi klub pertama yang mampu mempertahankan trofi Liga Champion dua tahun berturut, tapi akhirnya ambisi skuad Pep Guardiola kandas di hadapan Real Madrid di babak semi final. Selain gagal mempertahankan juara Liga Champion, Bayern Muenchen juga gagal mengulangi prestasi tahun lalu yang sanggup meraih treble winner, karena "hanya" dapat meraih 2 gelar. Malah El Real yang bersinar dan mampu meraih La Decima, gelar kesepuluh di ajang tertinggi sepak bola Eropa, atau menjadi pengoleksi gelar yang terbanyak.

Sunday, January 5, 2014

Berbagi



Selama bekerja di Sumbawa, saya mendapat berkah peningkatan berat badan yang signifikan, hal ini membuat banyak celana dan baju yang tak muat lagi. Celana kerja bahkan sempat berganti ukuran 3 kali dalam setahun, hahaha.. Pakaian dan beberapa sepatu lama ini kemudian atas usul Winda, sebaiknya dihibahkan  ke murid sekolah tempat ibunya berjualan di Busungbiu-Bali. Saya pun dengan senang hati membawa pakaian dan sepatu itu setiap kali berkesempatan pulang kampung, karena terlalu merepotkan jika harus dipaketkan.

Yang membuat saya terkejut adalah bagaimana reaksi dari mereka yang mendapat hibahan pakaian dan sepatu itu, menurut cerita calon ibu mertua (ehem..)  mereka sangat sangat senang! Sepatu pantovel krem yang sudah lepas jahitannya di beberapa tempat, ternyata menjadi sepatu ternyaman yang pernah dipakai sang murid seumur hidupnya, dan dengan pede dipakai untuk berbagai aktivitas resmi. Bagi yang lainnya, baju bekas itu menjadi baju ‘bagus’ yang akan dipakai untuk acara-acara penting seperti jalan-jalan ke Kota, atau pergi kondangan, celananya juga seperti itu. Wow! I never imagine that little gifts will meant that much for them.

Sunday, October 20, 2013

Tua Itu Alami, Dewasa itu Wajib

Judul tulisan ini mungkin mengundang kritik dan bilang “salah itu Pak, yang benar ‘Tua Itu Pasti, Dewasa Itu Pilihan’”. Dipanggil “Pak” saja sudah membuat saya merasa tua. Dan benar saya sudah tua, terbukti ketika membuka Facebook dan BBM yang dihiasi foto anak balita dari teman-teman seangkatan bahkan adik kelas. Lebih terasa lagi ketika berkenalan dengan anak-anak Magang/PKL dan saat saya tanya mereka lahir tahun berapa, dijawab tahun ‘95-’96, wow, I’m 10 years older than them! But I don’t feel that old, hahaha..

Thursday, October 17, 2013

Nikmati Nasimu Selagi Hangat

Sebagai orang Indonesia, nasi tentunya mendapat tempat spesial dalam keseharian kita, tak lengkap rasanya kalau belum makan nasi dalam sehari. Saya sendiri sangat mengutamakan nasi saat makan, karena seenak apapun lauknya, kalau nasinya belum matang atau lembek, makannya jadi tak sedap. Pernah ketika masih bertugas di Sumbawa Besar, makan bareng rekan kantor di "restoran" (lebih kepada Rumah Makan) di pinggir pantai Labuhan Sumbawa. Lauknya menawan, ikan bakar bumbu pedas, tempe tahu goreng, telur dadar, dan tentu saja plecing kangkung khas NTB. Tapi begitu makan nasinya yang lembek-cenderung kurang matang, nafsu makan langsung hilang. Akhirnya masakannya ga habis, mahal pula. Untung makannya dibayarin.

Mungkin kecintaan saya pada nasi efek dari memiliki ibu yang sangat pintar memasak, bahkan hajatan besar di Desa seringkali ibu turut membantu di dapur umumnya. Teringat waktu kecil, cukup dengan nasi hangat sudah bisa makan enak. Nasinya dicampur garam dan minyak kelapa, lalu dikepal-kepal (so that's why namanya nasi kepal), wih lezat! Ibu juga sering memasak Ikan Pindang goreng bumbu pedas, sehabis ikannya diangkat dari wajan, giliran saya masukkan nasi supaya dapat sisa-sisa bumbu pedas di wajan, itu juga la to the ziz! Nikmati nasimu selagi hangat!

Thursday, September 26, 2013

Euforia

Masyarakat Indonesia baru saja mengalami euforia merayakan keberhasilan Tim Nasional Sepak bola Indonesia U-19 (Usia di bawah 19 tahun) meraih gelar juara dalam ajang Piala AFF U-19, setelah mengalahkan Vietnam dalam adu penalti. Hari Minggu tanggal 22 September 2013 menjadi hari bersejarah dalam dunia sepak bola Indonesia, karena setelah penantian selama 22 tahun, Indonesia akhirnya mampu meraih gelar resmi di ajang sepakbola internasional. Gelar terakhir yang diraih adalah emas cabang sepak bola Sea Games tahun 1991. Dua puluh dua tahun! Para pemain Timnas U-19 bahkan belum lahir saat Indonesia terakhir merasakan nikmatnya menjadi sang juara.

Friday, September 13, 2013

Saat Teori (Tak Lagi) Menjadi Batasan

Belajar adalah bagian penting dari hidup manusia, sejak manusia prasejarah pertama kali mengenal api, sampai balita pertama kali bermain Angry Birds di smartphone ayahnya. Tuhan menganugerahi manusia otak yang begitu luar biasa yang sanggup berpikir, berkeinginan, berkembang, dan belajar ke tingkat yang tak dapat kita bayangkan saat ini. Banyak teori yang menyatakan bahwa manusia baru menggunakan sekian persen dari kemampuan otaknya, still plenty room for improvement!!