Skip to main content

Euforia

Masyarakat Indonesia baru saja mengalami euforia merayakan keberhasilan Tim Nasional Sepak bola Indonesia U-19 (Usia di bawah 19 tahun) meraih gelar juara dalam ajang Piala AFF U-19, setelah mengalahkan Vietnam dalam adu penalti. Hari Minggu tanggal 22 September 2013 menjadi hari bersejarah dalam dunia sepak bola Indonesia, karena setelah penantian selama 22 tahun, Indonesia akhirnya mampu meraih gelar resmi di ajang sepakbola internasional. Gelar terakhir yang diraih adalah emas cabang sepak bola Sea Games tahun 1991. Dua puluh dua tahun! Para pemain Timnas U-19 bahkan belum lahir saat Indonesia terakhir merasakan nikmatnya menjadi sang juara.

Kata euforia berasal dari bahasa Yunani, euforia (eu + pherein), yang berarti 'lebih tahan' atau 'sehat'. Kata ini diserap oleh bahasa Inggris menjadi euphoria yang berarti 'kegembiraan' atau 'perasaan membaik'. Kemudian, kata itu diserap menjadi euforia, yang berarti 'perasaan gembira yang berlebihan'. Kegembiraan yang berlebihan itu ditafsirkan berlebihan pula sehingga sering berupa pesta-pesta, pawai keliling kota, bahkan ada yang sampai mengabaikan aturan yang ada. Cabang sepak bola tampaknya cabang olah raga yang paling mudah menimbulkan efek euforia ini, bandingkan saja bagaimana meriahnya pembahasan tentang keberhasilan Timnas U-19 dengan pemberitaan keberhasilan pasangan bulu tangkis Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan meraih gelar juara Ganda Putra pada ajang Jepang Super Series tanggal 22 September 2013. 

Salah satu efek dari euforia adalah kebahagiaan atau rasa bahagia. World Happiness Report-laporan tahunan yang menilai tingkat kebahagiaan penduduk suatu Negara dilihat dari berbagai aspek, menempatkan Denmark sebagai salah satu yang teratas di tahun 2013. Dalam salah satu survei, seorang warga Denmark mengaku dia bahagia karena negaranya menjuarai Piala Eropa tahun 1992! Setelah sekian puluh tahun, dan sang warga masih bangga mengingat momen bersejarah itu. Selain juga karena kondisi ekonomi dan sosial yang sangat kondusif di Denmark.

Buat apa rasa bahagia itu? Masih dari World Happiness Report, menyatakan bahwa orang yang bahagia hidup lebih lama, lebih produktif, berbelanja lebih banyak, dan menjadi Warga Negara yang lebih baik. Nelson Mandela sangat menyadari hal tersebut, sehingga ketika baru diangkat sebagai Presiden Afrika Selatan di tahun 1994, mencurahkan perhatiannya pada perhelatan Piala Dunia Rugbi yang digelar tahun 1995 di negaranya sendiri.  Meski saat baru menjabat, kondisi Afrika Selatan sedang tidak mendukung karena pergantian kekuasaan, berakhirnya era Apartheid, dan kondisi ekonomi yang tidak stabil, Nelson Mandela tetap bersikeras untuk menaruh perhatian khusus kepada kejuaraan tersebut.

Akhirnya terjadi drama ketika di final, Tim Rugbi Afrika Selatan berhasil mengalahkan kandidat kuat juara Selandia Baru, dan menjadi Juara Dunia Rugbi untuk pertama kalinya! Keberhasilan Afrika Selatan menjadi juara mungkin bisa dibilang salah satu faktor kecil, tapi kenyataannya saat ini Afrika Selatan termasuk dalam kelompok yang dikenal dengan sebutan BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa), yakni 5 Negara yang diprediksi akan menguasai ekonomi dunia di tahun 2050!

Bagaimana dengan Indonesia, bisakah ratusan juta penduduk negeri ini terinspirasi untuk melakukan yang lebih baik? Negara ini sangat membutuhkan inspirasi. Tekanan ekonomi yang sangat tinggi ditambah intensitas bencana yang meningkat, membuat masyarakat dihadapkan pada keadaan yang sangat sulit. Terbukti dengan meningkatnya kasus-kasus kriminal yang boleh dibilang sangat nekat dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Agak berat jika “hanya” mengandalkan menjadi Juara turnamen junior AFF, mungkin bisa jika Indonesia bisa menjadi Juara Asia, atau bahkan Juara Dunia. Kenapa tidak?

In order to succeed, your desire for success should be greater than your fear of failure.” 
Bill Cosby -

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...