Skip to main content

Oleh-oleh dari Bali


Sebagai PNS di instansi vertikal, saya harus menerima nasib bahwa saat Hari Raya Hindu yakni Galungan tak bisa libur, malahan untuk Hari Raya Muslim Idul Adha cuti saya dipotong 1 untuk cuti bersama (14/10/13). Tak apalah, yang penting tetap bisa pulang lebih lama (4 hari liburnya, karena biasanya cuma sabtu-minggu saja).
Perjalanan 4 hari membawa banyak hikmah bagi saya, meski ga penting-penting amat sih.
  1. Pelabuhan Padangbai seringkali hanya membuka satu dermaga, padahal lalu lintas Bali-Lombok lumayan tinggi. Pelabuhan Lembar hari Jum'at (11/10/13) sore membuka 3 dermaga ke Bali, 3 VS 1, maka terjadilah antrian yang lumayan banyak di laut pelabuhan Padangbai. Kapal yang saya tumpangi telah sampai di Bali jam 11 malam, namun jadinya terombang-ambing menunggu giliran sandar sampai jam 2 pagi. Dari pertama kali saya kerja di Lombok tahun 2008, Pelabuhan Padangbai selalu "jual mahal" dan membuka hanya satu dermaga, sering terjadi antrian panjang beberapa kilometer truk di jalan menuju Pelabuhan Padangbai. Sungguh sangat disayangkan karena tentu merugikan bagi semua pihak, termasuk istri para supir truk yang harus menunggu lebih lama bertemu belahan jiwanya.
  2. Program OCD yang saya ikuti tampaknya berhasil, atau terlalu berhasil malah, sehingga lingkar pinggang saya yang awalnya 34 sampai menjadi tinggal 30 (itupun agak longgar). Namun sang pacar tak setuju saya menjadi terlalu kurus, memang sih rasanya kok kembali ke jaman mahasiswa, hahaha.. Maka program penggemukan saya jalankan sekarang (maklum sayang istri, aiss).
  3. Akhirnya saya pernah lewat tol Bali Mandara! Meski tak lebar, entah kenapa jadi indah kalau lewat tol ini. Tak heran ada beberapa kendaraan yang berjalan pelan untuk menikmati pemandangan, bahkan paling ekstrim ada sepeda motor yang berhenti, dan kedua pengendaranya (cow-cew) nongkrong di tembok pembatas! Kebetulan saat itu memang sedang sunset dan terlihat jelas dari atas tol.
  4. Minggu kedua Oktober adalah minggu sibuk bagi para penerima undangan pernikahan, ada yang mendapat sampai 3 undangan pernikahan untuk hari yang sama. Minggu itu saya mendapat 3 undangan, tapi hanya mampu menghadiri satu, yakni pernikahan Maharta. Seperti biasa saya dan Winda selalu mengevaluasi setiap pernikahan, dan untuk pernikahan Maharta kesimpulannya bagus! Pengantin tampil cakep dan tanpa lelah melayani obrolan tamu-tamu (kami datang jam 8 malam), suasana rumah yang asri dan bersih, serta panggung yang memadai. Begitu pula alunan musik tradisional yang disuguhkan live. Nilai tambahnya, saya bisa bertemu teman-teman alumni STAN yang juga datang, ada dari Jakarta, Kalimantan, bahkan Papua.
  5. Selama 4 hari, salah satu hal yang saya perhatikan adalah "populasi" mobil warna putih yang melimpah di Bali, mengalahkan mobil warna hitam yang dulunya merajai jalanan. Menurut teori ngasal saya, hal ini disebabkan karena mobil berwarna putih tampak lebih elegan dan lebih mahal. Lihat Avansa putih melintas kali-kali aja dikira Innova atau malah CR-V! Baru sadar juga kalau motor saya sekarang warnanya putih (dulunya hitam).
  6. Bulan Oktober ini juga kami merayakan 7 tahun pacaran, lumayan lama, kalau kuliah kedokteran, sudah jadi spesialis sekarang (kata seseorang). Kami cukup bangga karena selama 7 tahun, hubungan kami tetap bertumbuh, tak seperti mitos yang biasa dikatakan kalau terlalu lama pacaran malah bosan. We live happily, we love truthfully, and we enjoy every moment we spent together. 

Comments

  1. Makasi jat .. Kaden komen ttg teknik penulisan .. Hehe ..

    ReplyDelete
  2. sangat lekat dengan pengalaman di dunia nyata dengan menyertakan data yang cukup dan tidak njelimet
    great writing yu!

    ReplyDelete
  3. makasii .. ya maunya memang pengalaman + data .. masih belajar nulis yg baik dan benar..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...