Skip to main content

Serba 50

Korupsi dalam arti yang luas, adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Korupsi adalah momok menakutkan bagi setiap organisasi, karena kekuatannya yang maha dasyat, bagai air bah yang bisa meluluhlantakkan tembok kokoh dan bendungan terkuat. Tidak hanya pemerintahan, pihak swasta pun sangat terancam oleh praktek korupsi ini, seperti diangkat dalam film The Informant! sebuah kisah nyata tindak korupsi yang dilakukan oleh Mark Whitacre terhadap perusahaan ADM hingga jutaan dolar amerika.

Apalagi di Indonesia, tindakan korupsi acap kali menjadi berita utama di berbagai media, karena memang Indonesia merupakan salah satu negara terkorup di dunia. Tapi kisah yang hendak saya ceritakan tidak terjadi di Indonesia, tapi di Saldonesia.


Kisah pertama terjadi di sebuah Hotel Bintang Lima ternama.
Sebagai hotel besar, manajemen mempekerjakan banyak karyawan asing yang konon katanya memiliki kinerja yang jauh lebih baik daripada karyawan lokal. Masalah terjadi ketika pengurusan keimigrasian seorang karyawan asing bermasalah, jika pihak manajemen terlambat mengurus ijin imigrasi, maka ancaman deportasi di depan mata.
Karena panik, manajemen kemudian mendatangi kantor Imigrasi setempat dan dipertemukan dengan pimpinannya. Dengan tenang si pimpinan berujar bahwa urusan imigrasi ini bisa diselesaikan dengan cepat asalkan pihak manajemen menyediakan dana 50 Juta. Wow! Entah apa yang terjadi berikutnya, yang jelas masalah tersebut ajaibnya bisa terselesaikan.

Kisah kedua terjadi di sebuah pulau kecil di negeri Saldonesia.
Seorang pegawai pemerintahan Saldonesia mencoba peruntungannya dengan membeli sebidang tanah di pinggir pantai sebuah pulau kecil, sebagai tabungan di hari tua. Karena pulau itu kemudian menjadi objek wisata ternama, harga tanah sang pegawai juga meningkat pesat.
Ketika hendak mengurus sertifikat tanah tersebut agar dibalik nama menjadi nama sang pegawai, alangkah terkejutnya dia ketika pimpinan kantor pertanahan meminta biaya sebesar 50 Juta! Sang pegawai dengan nekat mencoba menawar biaya tersebut, hingga akhirnya tercapai kesepakan dengan "hanya" 35 Juta pengurusan sertifikatnya bisa terlaksana. Fiuh!

Kisah ketiga terjadi di sebuah warung makan sederhana.
Pemilik rumah makan yang telah lama menabung, ingin mencoba peruntungannya dengan masuk ke usaha transportasi. Kebetulan ada pelanggan rumah makan yang menawarkan bis bekas berkapasitas 30 tempat duduk dengan harga yang bersahabat.
Dengan mengandalkan tabungannya selama ini, pemilik rumah makan yakin bisa membeli bis ini, namun untuk pengurusan balik nama dan plat nomor bis ini dia masih harus menyediakan dana 50 Juta bagi Operator Lalu Lintas. Dengan berat hati sang pemilik warung makan menyanggupi, meski harus menyicil, sudah kepalang tanggung.

Inilah kisah di negeri kepulauan yang subur di tengah Samudera Pasifik, yang bernama Saldonesia, dimana saldo di rekening lebih penting daripada integritas dan hukum yang berlaku. Saldo di rekening sendiri, rekening istri, rekening pacar, rekening teman wanita, dan sebagainya.

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...