Skip to main content

(Ingin) Berbuat Baik itu Banyak Cobaannya

Jumat, 13 November 2015 terjadi serangan teroris di beberapa titik di kota Paris yang menewaskan lebih dari 120 orang dan melukai ratusan lainnya. Tragedi ini tentu menimbulkan kecemasan dan ketakutan global terhadap serangan teroris, dan memang itulah tujuan utama terorisme, menciptakan teror. Di saat seperti ini adalah momen yang tepat untuk berbuat baik dan menyebarkan kebaikan, karena itu akan mengangkat suasana menjadi lebih baik. Media sosial tak hanya dijejali saling hujat, isu-isu negatif, dan provokasi, tapi diimbangi oleh berita-berita baik.


Beberapa bulan lalu saat berkunjung ke panti asuhan di dekat kost, saya jadi tahu bahwa anak-anak panti asuhan memiliki jadwal berlatih komputer setiap hari Sabtu dan Minggu. Komputer satu-satunya hasil donasi itu adalah harta berharga mereka, tapi konsumsi listrik yang tinggi menghalangi keinginan mereka belajar komputer setiap hari. Saat itu saya memutuskan saya harus melakukan sesuatu, mungkin saya bisa menyumbangkan sebuah laptop.

Selama 3 bulan saya mencoba menabung untuk membeli laptop, tapi selalu ada kebutuhan mendadak yang menghalangi niat tersebut. Daripada terus tertunda, saya putuskan membeli saja laptop itu dengan kartu kredit. Berhubung di Mataram harga laptop tinggi karena biaya kirim, maka saya membeli di situs bhinneka.com. Setelah berhari-hari menunggu (cek stok, proses pengemasan), akhirnya laptop dikirim tanggal 4 November. Saya sudah semangat karena bisa jadi weekend itu sudah bisa menyumbangkan laptopnya, tapi ternyata Bandara Internasional Lombok tutup dari tanggal 5 November sampai 12 November karena erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani. Jadilah laptop itu tertahan di Jakarta.

Tanggal 12 November Bandara Lombok dibuka, dan siang itu juga laptop telah sampai di kost. Pulang dari kantor, saya terkesima karena laptopnya bagus, saya sudah membayangkan bagaimana senangnya anak-anak panti nanti. Ini juga laptop pertama yang saya miliki seumur-umur. Esoknya laptop saya bawa ke kantor untuk diisi sistem operasi, maklum belinya laptop Non-OS supaya lebih murah. Setelah dipasang OS, laptop di-restart dan keluarlah layar hitam dengan tulisan "disc error unread". Saya Googling kalimat itu dan ternyata bukan masalah ringan, sebagian besar solusinya melibatkan membongkar laptop. Sedih rasanya, belum 24 jam laptop pertama saya sudah bernasib seperti ini.
Tokoh Utama: Si Putih
Sabtu siang (14/11) saya berencana membawa laptop ke service center sekaligus hendak servis motor. Dalam perjalanan mencari-cari lokasi servis laptop, saya melihat bengkel resmi Honda mengadakan donor darah, wah kebetulan sekali, jadwal donor darah saya sudah sejak 2 minggu lalu tapi belum sempat karena flu dan batuk. Setelah makan siang terlebih dahulu, saya kembali ke bengkel dan ternyata donor darahnya sudah tutup! Petugas sedang merapikan spanduk dan kursi. Lalu saya tanyakan bengkel hendak servis, eh bengkelnya sedang istirahat dan sudah banyak pasien-nya. Saat hendak pergi, saya melihat lokasi servis resmi laptop tepat di depan bengkel, tapi tutup juga! Gagal sudah niat sekali mendayung tiga pulau terlewati.

Tak menyerah, saya pergi ke kantor pusat PMI untuk donor darah. Sayangnya memang harus ditunda karena saya ditolak oleh PMI akibat tensi terlalu rendah 100/50. Inilah pertama kali saya mengalami penolakan saat donor darah, rasanya sakit seperti ditolak oleh gebetan (eaa!). Ditolak PMI saya segera move on, berangkat ke servis resmi laptop yang lain, menurut internet ada 2 di Lombok. Dan kali ini tempatnya buka!

Begitu data laptop dimasukkan ke sistem, mbak petugasnya berkata: "Pak, jika yang rusak software, dalam waktu 3 hari perkiraan selesai, jika yang rusak hardware bisa sampai 3 minggu. Dan ini masa garansinya habis 17 Desember 2015." Mbak-nya bicara sedikit tapi menyakitkan. Bisa tertunda sampai 3 minggu anak-anak panti untuk laptop baru mereka. Belum lagi laptop yang baru saya beli minggu lalu dengan garansi 1 tahun, ternyata garansinya sudah tinggal sebulan saja!


Serangkaian kejadian-kejadian ini mengingatkan saya kepada kalimat yang dulu pernah saya sampaikan ke dia: berbuat baik itu banyak cobaannya. Saat itu dia merasa sedih karena rencana charity-nya untuk membiayai kuliah anak yang tak mampu, tak mendapat dukungan dari beberapa temannya. Padahal charity itu membutuhkan sebanyak mungkin teman yang mau menyumbangkan Rp200.000,00 saja setiap bulannya. Meski begitu, programnya tetap berjalan.

(Ingin) Berbuat baik memang banyak cobaannya, tapi jangan malah menyerah, jadikan senyuman orang yang akan kita bantu sebagai pengingat kenapa kita hendak melakukannya dari awal.

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...