Skip to main content

Ayo Donor Plasma Konvalesen!


Pandemi Covid-19 telah berlangsung 1,5 tahun dan kalau boleh saya bagi menjadi 2 periode besar yakni periode pertama sejak pandemi mulai terjadi di awal 2020 hingga mulai ‘terkendali’ dan Indonesia seakan telah memasuki periode New Normal. Periode kedua terjadi saat varian Delta mulai masuk (Juni 2021) dan masih menimbulkan segala kekacauan hingga saat ini.


Kamu, saya, dan orang di sekitar kita kemungkinan besar berhasil melalui periode pertama pandemi dengan aman, tubuh yang sehat, sangat jarang terkena flu, dan tidak terjangkit Covid-19. Periode kedua, nah, periode kedua adalah saat kamu, saya, dan orang di sekitar kita telah terjangkit Covid-19, dan sayangnya sangat banyak yang tak mampu bertahan.


Kalau kamu sekarang adalah penyintas Covid-19, maka ini kesempatanmu membalas si virus menyebalkan, kita rusak kesenangannya! Caranya? Dengan melakukan donor plasma konvalesen! Plasma konvalesen akan digunakan sebagai terapi bagi pasien yang masih dirawat dengan gejala sedang--berat, analoginya seperti mengirim tambahan 10 pleton pasukan bersenapan mesin bagi pejuang kemerdekaan yang sedang terdesak oleh penjajah.


Donor plasma konvalesen saat ini masih merupakan terapi karena belum ada hasil penelitian yang menyatakan terdapat obat untuk Covid-19, tapi menukil pernyataan dari Satgas Penanganan Covid-19 "Donor plasma konvalesen merupakan upaya yang mulia sekaligus bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesembuhan yang diberikan-Nya."


Bagaimana caranya? Dengan datang ke kantor PMI terdekat di kota Anda, tapi ada syarat yang harus dipenuhi sebelumnya untuk dapat melakukan donor ini, yakni:

1.   Telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 minimal 2 Minggu (dibuktikan dengan hasil RT-PCR negatif, hasil cetak ataupun digital);

2.  Dalam kondisi sehat dalam 3 hari terakhir (terutama tidak ada gejala flu);

3.  Laki-laki atau wanita yang belum pernah hamil, berusia 18--60 tahun;

4.  Berat badan minimal 55 kg dengan tensi normal;

5.  Dalam 2 bulan terakhir tidak melakukan transfusi darah dan donor darah;

6.  Bersedia menjadi pendonor plasma konvalesen


Syarat tersebut mungkin sudah banyak Anda baca di media sosial, namun berdasar pengalaman saya sendiri melakukan donor, berikut yang harus diperhatikan:

1.   Sebelum bisa donor, petugas PMI akan mengambil sampel darah terlebih dulu (sekitar 250 ml), untuk diuji utamanya kandungan antibodi dalam plasma darah. Hasilnya akan diberitahukan dalam sehari, dan apabila plasma Anda memenuhi syarat akan segera dijadwalkan untuk melakukan donor;

2.  Agar sampel darah memiliki kualitas yang bagus, petugas PMI meminta calon pendonor untuk tidak/sedikit konsumi makanan berminyak, seafood, telur, dan olahan babi, serta tidak mengonsumsi obat, dalam jangka waktu 2-3 hari sebelum pengambilan sampel.

 

Saya berhasil donor plasma konvalesen tanggal 3 Agustus 2021, dan dijadwalkan untuk pengambilan sampel lagi tanggal 17 Agustus 2021 atau 2 minggu setelah donor terakhir, karena plasma darah diperkirakan telah diproduksi kembali dalam 2 minggu. Kenapa diambil sampel lagi? Karena kandungan antibodi Covid-19 tidak bertahan selamanya. Ada yang sanggup donor hingga 10 kali, kebanyakan sanggup 3 kali, dan teman saya bahkan tak bisa donor karena 2 minggu setelah sembuh sudah tidak ada/sangat sedikit antibodi dalam darahnya.


Terdengar merepotkan? Atau takut pada jarum suntik? Kembali lagi pada pernyataan sebelumnya bahwa donor plasma konvalesen ini adalah perbuatan mulia sekaligus sedikit pembalasan kita para penyintas pada virus jahat yang telah mengacaukan 2020-2021. Saya sendiri merasa bangga, karena plasma darah saya (bisa jadi) menerbitkan kebahagiaan pada suatu keluarga-karena orang yang disayanginya berhasil bertahan hidup dari ganasnya Covid-19.

 

Proses donor, tampak plasma darah di kantong

Ada bingkisan penambah energinya

Disclaimer:

https://covid19.go.id/p/berita/donor-plasma-konvalesen-membantu-menyembuhkan-penderita-covid

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210702201722-199-662526/ahli-donor-plasma-konvalesen-beri-kekebalan-pasien-covid-19

https://nasional.kompas.com/read/2021/07/09/05450001/saat-orang-india-ke-indonesia-dengan-pesawat-carter-hingga-varian-delta?page=all

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...