Monday, March 27, 2017

Penglatan Punya Cerita




Desa Penglatan, tak semua orang Buleleng yang tahu di mana desa ini berada, apalagi mereka yang berasal dari luar Buleleng. Jadi kalau saya ditanya berasal dari mana, biasanya saya jawab berasal dari Singaraja, kalau masih ditanya lagi Singaraja-nya di mana baru lah saya katakan dari Penglatan. Kemungkinan besar saya masih harus memberi gambaran bahwa Penglatan itu letaknya di sebelah selatan Banyuning, sebelum ke Penarukan.
 
Pura Bukit Desa Penglatan

Thursday, March 2, 2017

Pengabdian

Seorang rekan kerja dan sahabat resmi kami lepas ke masa pensiunnya hari ini. Selama lebih 25 tahun dia abdikan dirinya untuk Kementerian Keuangan, terutama di Direktorat Jenderal Pajak. Memang baru 4 tahun saya mengenal Pak Yasiman, tapi 4 tahun itu menanamkan banyak hal yang sangat penting bagi saya untuk mengarungi jalan panjang saya sebagai PNS atau ASN.

Di akhir masa jabatannya Pak Yasiman masih bersemangat bekerja, bahkan Jumat lalu masih lembur untuk menyelesaikan laporan Penghapusan Sanksi Secara Jabatan. Jarak rumah ke kantor sejauh 25 km ditempuh setiap hari dengan sepeda motor, dan masih harus berkendara puluhan kilometer lagi untuk menjangkau lokasi Wajib Pajak di pelosok Lombok nan luas. Ketika kembali dari perjalanan dinas, Pak Yasiman masih sempat menceritakan beberapa cerita dan lelucon kepada kami (memang stok leluconnya tak pernah habis!). Pelajaran yang akan selalu saya ingat untuk Tetap Semangat!

Friday, December 30, 2016

Sistem Kebut Semalam (SKS)


Sistem pendidikan di Indonesia yang (dulunya) penuh dengan hapalan membuat istilah Sistem Kebut Semalam (SKS) terkenal, artinya untuk keperluan ujian esok hari, materi pelajaran dihapal dalam waktu singkat (biasanya semalam sampe bablas subuh), sedangkan di hari biasa materi itu nyaris tak tersentuh (eh,). Memang ada orang-orang tertentu yang lebih cocok belajar SKS karena memiliki ingatan yang kuat, tapi biasanya materi yang dipelajari dengan SKS akan cepat sekali dilupakan (begitu menyerahkan lembar jawaban, langsung musnah hapalannya).

Nyatanya, SKS tak hanya terjadi dalam dunia pendidikan, masyarakat Indonesia sangat gemar melakukan segala sesuatu menunggu sampai batas akhir yang ditentukan. Misalnya proyek infrastruktur pemerintah jika ditanya H-10 atau H-5 dikatakan proyek baru 60-70%, tapi nanti di hari H proyek telah selesai (atau dianggap selesai?). Mungkin kalau jembatan baru sudah selesai di H-10 ditakutkan pas di Hari H saat peresmian, jembatannya sudah penuh coretan macam "Arix love Memey", baut-bautnya dicuri, atau sudah ada polisi tidurnya.

Sunday, November 6, 2016

Wisata Tanpa Terduga: Yogyakarta



Sebagai PNS, panggilan dinas disyukuri karena berarti kesempatan untuk mengembangkan diri (dalam pendidikan, pelatihan, atau seminar), sekaligus kesempatan untuk jalan-jalan dan mengenal daerah baru. Selama 8 tahun bekerja, saya telah mengalami panggilan dinas ke Jakarta (beberapa kali), Malang, Surabaya, Bandung, dan terakhir ke Yogyakarta, jadi lengkap sudah area di Pulau Jawa saya kunjungi dalam rangka kedinasan. Jika perjalanan dinas sebelumnya saya lalui dengan sedikit jalan-jalan, biasanya hanya ke Mall-nya, maka kali ini di Yogyakarta saya memang meniatkan diri untuk bertualang demi lebih mengenal daerah istimewa ini.

Monday, August 22, 2016

Oddly Satisfying Things (for me)


Kepuasan alamiah manusia biasanya berasal dari dipenuhinya kebutuhan dasar seperti sandang (pakaian), pangan (makanan/minuman), dan papan (tempat tinggal). Namun seiring makin berkembangnya manusia dan alamnya, kepuasan itu membutuhkan lebih dari sekedar memiliki pakaian, tapi memiliki pakaian yang bagus dan trendi. Lebih dari sekedar makan, tapi makan yang enak dan tempatnya sedang hits di Instagram. Lebih dari sekedar tempat tinggal, tapi rumah sendiri dengan furniture dan pernak-pernik unyu. Atau bersumber dari hal lain, misalnya melihat orang yang dulu sering mem-bully kita kemudian saat ini kondisinya lebih jelek daripada kita sekarang (yang ini pasti kepuasannya berkonotasi negatif, senang melihat orang susah). Bagi saya sendiri, ada beberapa kepuasan ganjil yang saya rasakan, tidak terlalu tepat kepuasan sih, bercampur antara senang, excited, lega, dan puas, seperti:

  1. Mendengar suara sepeda motor Bapak mendekat ke halaman rumah (waktu masih kecil). Saat itu selalu ada rasa excited yang membuncah, membayangkan apa yang dibawa Bapak pulang ke rumah, apakah Martabak dari Senggol Kampung Tinggi, apakah Capcay dari Taman Lila, apakah Donat Manalagi Banyuasri, pokoknya makanan-makanan khas dari Kota Singaraja, yang tentunya tidak ada yang menjual di desa kami ataupun tak mungkin dimasakkan oleh Ibu.