Skip to main content

Oddly Satisfying Things (for me)


Kepuasan alamiah manusia biasanya berasal dari dipenuhinya kebutuhan dasar seperti sandang (pakaian), pangan (makanan/minuman), dan papan (tempat tinggal). Namun seiring makin berkembangnya manusia dan alamnya, kepuasan itu membutuhkan lebih dari sekedar memiliki pakaian, tapi memiliki pakaian yang bagus dan trendi. Lebih dari sekedar makan, tapi makan yang enak dan tempatnya sedang hits di Instagram. Lebih dari sekedar tempat tinggal, tapi rumah sendiri dengan furniture dan pernak-pernik unyu. Atau bersumber dari hal lain, misalnya melihat orang yang dulu sering mem-bully kita kemudian saat ini kondisinya lebih jelek daripada kita sekarang (yang ini pasti kepuasannya berkonotasi negatif, senang melihat orang susah). Bagi saya sendiri, ada beberapa kepuasan ganjil yang saya rasakan, tidak terlalu tepat kepuasan sih, bercampur antara senang, excited, lega, dan puas, seperti:

  1. Mendengar suara sepeda motor Bapak mendekat ke halaman rumah (waktu masih kecil). Saat itu selalu ada rasa excited yang membuncah, membayangkan apa yang dibawa Bapak pulang ke rumah, apakah Martabak dari Senggol Kampung Tinggi, apakah Capcay dari Taman Lila, apakah Donat Manalagi Banyuasri, pokoknya makanan-makanan khas dari Kota Singaraja, yang tentunya tidak ada yang menjual di desa kami ataupun tak mungkin dimasakkan oleh Ibu.
  2. Ketika hujan turun, dan aroma khas tanah basah menyeruak di udara. Dulu di desa kami jalanan masih sebagian besar tanah, rumah-rumah juga masih berhalaman tanah sepenuhnya, belum dibeton atau di-pavin, sehingga ketika hujan turun, aroma tanah basah benar-benar kuat tercium, dan entah kenapa setiap aroma itu ada hingga sekarang, selalu ada rasa nostalgia akan kehidupan masa kecil di desa yang sederhana.
  3. Pernah menggoreng sendiri kerupuk udang? Dari biang kerupuk kecil akan berkembang jadi 8 kali lipat lebih besar dari aslinya ketika digoreng. Waktu kecil dulu saya sering mengajukan diri ke Ibu untuk menggoreng kerupuk udang, demi merasakan sensasi yang unik, yakni ketika saya menekan sendok penggorengan ke tengah biang kerupuk dan melihat kerupuk menggeliat membesar seakan meronta ingin lepas dari kekangan sendok penggorengan. Oddly Satisfying!
  4. Sebagai anak yang tumbuh bersama serial epik (novel dan film) The Lord of The Ring dan Harry Potter di awal tahun 2000-an, setiap tahun adalah sebuah penantian panjang menunggu kapan seri novel terbarunya terbit dan kapan filmnya bisa ditonton. Penantian itu terbayar dengan betapa bagusnya film The Lord of The Ring dan Harry Potter, sangat memenuhi ekspektasi pembaca. Dan yang tertinggal dari momen itu adalah musiknya yang begitu berkesan, kapanpun mendengar alunan original score-nya seakan membaya saya melayang kembali ke dunia magis dan excitement ketika pertama kali menonton filmnya.
  5. Seperti anak laki-laki lainnya, saya juga sempat menggandrungi games manajer sepakbola virtual seperti Championship Manager (CM) dan Football Manager (FM). Salah satu sisi yang paling digemari dari games itu adalah keberhasilan seorang manajer dalam menemukan calon pemain bintang (dan membeli dengan gratis atau super murah) lalu melihat pemain itu berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia (dan menjualnya dengan harga super mahal). Tapi ada kepuasan tambahan bagi saya (dan banyak orang lainnya) adalah ketika melihat di dunia nyata calon pemain bintang tersebut berkembang menjadi pemain hebat. Seperti ketika dulu memainkan CM (mungkin tahun 2001) saya membeli pemain muda berbakat asal klub  Sao Paolo-Brasil berumur 18 tahun bernama Kaka, dan akhirnya dia menjadi pemain bintang di games, dan juga menjadi pemain terbaik dunia bersama AC Milan di dunia nyata, bertahun-tahun kemudian. Hal serupa terjadi untuk banyak pemain lainnya, seperti Robin van Persie, Jesus Navas, Radamel Falcao, Kun Aguerro, dan Moussa Sissoko (yang di Euro 2016 begitu menonjol untuk Timnas Prancis, biasanya di FM saya beli secara gratis dari klub Prancis-Toulouse). Seakan ada rasa ikut memiliki atas kesuksesan pemain-pemain tersebut di dunia nyata, ada kepuasan tersendiri pernah menemukan bintang sebelum bersinar terang.
  6. Ketika masih kuliah di STAN dan tinggal di komplek PJMI Bintaro, ada sebuah warung nasi goreng yang menjadi langganan kami (bahkan sampai sekarang mie rebus buatan warung itu adalah yang terenak yang pernah saya makan).  Melihat langsung telur dadar dibuat menjanjikan sensasi tersendiri, melihat bagaimana sebutir telur yang dituang kedalam penggorengan penuh minyak (istilah kerennya deep fried) kemudian menjadi telur dadar besar, jauh lebih lebar dan tebal daripada kalau menggoreng sendiri. Apalagi saat dimakan, telur dadar itu begitu juicy! (Mungkin karena banyaknya kandungan minyak. Mungkin sangat tidak sehat karena minyak gorengnya entah sudah berapa hari tidak diganti. Tapi tetap enak!).

Rasa-rasanya masih ada banyak hal lain yang oddly satisfying for me, dan itu bagus karena setidaknya semakin sering bisa merasa satisfy, artinya semakin sering merasakan kebahagiaan. Seperti kata orang, Jangan Lupa Bahagia.


Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...