Skip to main content

Posts

Tutorial Untuk Berpuasa 24 Jam (berdasarkan pengalaman pribadi)

Selamat Tahun Baru 2016! Memulai tahun yang baru biasanya diisi dengan mewujudkan resolusi tahun baru yang telah dicanangkan akhir tahun kemarin, nah bagi yang resolusinya menurunkan berat badan atau ingin bisa berpuasa secara penuh, saya coba bagi pengalaman pribadi saya tentang berpuasa. Saya sendiri sebenarnya sangat suka makan, bahkan dulu ketika masih kuliah di Bintaro, yang menjadi penyemangat hari-hari saya adalah memikirkan makan apa besok dan betapa enaknya makanan itu meski cuma nasi di Warung Jawa sederhana. Saya suka makan tapi tak begitu suka ngemil , sukanya ya makan nasi pakai sayur dan lauk, bahkan bisa sampai 4-5 kali makan kalau sudah di rumah orang tua, hahaha ..

Biar Greget!

Sebagai penghuni Kota Mataram tapi bekerja di 'Kota' Praya, perjalanan pulang pergi sejauh 50 Km sudah menjadi keseharian kami. Berangkat pagi biasanya ditempuh dalam waktu 20-30 menit, semakin siang berangkat semakin lama waktu tempuh karena jalanan semakin ramai. Pulang dari kantor biasanya memakan waktu lebih lama, sekitar 45-60 menit kadang bisa lebih dari 1 jam jika ada Upacara Adat Pernikahan Suku Sasak atau dikenal dengan istilah 'Nyongkolan'. Tapi demi menonton Star Wars yang tayang pukul 18.15, saya berangkat dari kantor pukul 17.30 dan sampai di XXI LEM pukul 18.05! Bener-bener Greget rasanya di jalan! Dan terbayar tuntas dengan keren dan epic -nya Star Wars yang baru.

Saya Tak Suka Kejahatan

Lho, memang ada yang suka? Ada kok. Penjahat memiliki istri dan anak-anak yang mencintainya. Perusahaan pembakar hutan Sumatera dan Kalimantan memiliki banyak karyawan yang menggantungkan isi periuk nasinya dari keberadaan perusahaan itu. Ajaran atau aliran sesat juga dihormati oleh penganutnya dan dibanggakan oleh penciptanya.

(Ingin) Berbuat Baik itu Banyak Cobaannya

Jumat, 13 November 2015 terjadi serangan teroris di beberapa titik di kota Paris yang menewaskan lebih dari 120 orang dan melukai ratusan lainnya. Tragedi ini tentu menimbulkan kecemasan dan ketakutan global terhadap serangan teroris, dan memang itulah tujuan utama terorisme, menciptakan teror. Di saat seperti ini adalah momen yang tepat untuk berbuat baik dan menyebarkan kebaikan, karena itu akan mengangkat suasana menjadi lebih baik. Media sosial tak hanya dijejali saling hujat, isu-isu negatif, dan provokasi, tapi diimbangi oleh berita-berita baik.

Lebih Baik Terlambat Daripada Tak Sama Sekali

Sabtu-Minggu lalu saya dan teman-teman kantor melakukan perjalanan mendaki Bukit Pergasingan di Kecamataran Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Dalam pendakian itu, rombongan kami disalip (saat mendaki dan saat menurun) oleh rombongan anak-anak SMA dan kuliahan, apalagi anak-anak kecil warga desa, mereka mendaki hanya perlu 1 jam! Kami ? Sampai atas dalam waktu 3 jam. Tiga jam mendaki dan dua jam menurun untuk membuktikan kata orang dan kata Instagram , bahwa benar bukit ini ini menawarkan panorama yang indah dengan tinggi yang masih terjangkau (1700 mdpl) untuk pendaki amatir. Ya Amatir. Berhasil mendaki sampai puncak Pergasingan adalah pencapaian mendaki pertama saya, meski usia saya sebentar lagi sudah kepala tiga. 

Sapu Lidi atau Ember

Tahun ajaran baru telah dimulai, perjalanan berangkat kantor kembali dihiasi dengan iringan murid yang berjalan kaki berangkat sekolah dan ada juga yang naik sepeda motor (meski belum cukup umur, tak pakai helm, bonceng 2 pula!). Selamat belajar generasi penerus Bangsa! Ingatlah pendidikan itu penting tapi kejujuran lebih penting lagi. Melihat murid sekolah itu jadi ingat dulu waktu masih SD di kampung, tepatnya di SDN 1&2 Penglatan. Entah mulai kelas berapa (mungkin kelas 2), setiap pagi kami diwajibkan masuk pagi-pagi dan membawa alat kebersihan, pilihannya dulu sapu lidi atau ember, pilihan yang akan menentukan masa depan kami seterusnya ( hehehe..emang pilihan kelas di Hogwarts). Membawa sapu lidi memiliki keuntungan bisa datang sekolah lebih siang daripada pembawa ember (disiram dulu baru disapu halamannya) tapi kekurangannya bagi cowok bila membawa sapu lidi maka akan dianggap cemen atau lemah, karena sapu lidi biasa dibawa murid cewek. Saya tak pernah bawa sapu lidi s...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.