Skip to main content

Lebih Baik Terlambat Daripada Tak Sama Sekali

Sabtu-Minggu lalu saya dan teman-teman kantor melakukan perjalanan mendaki Bukit Pergasingan di Kecamataran Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Dalam pendakian itu, rombongan kami disalip (saat mendaki dan saat menurun) oleh rombongan anak-anak SMA dan kuliahan, apalagi anak-anak kecil warga desa, mereka mendaki hanya perlu 1 jam! Kami ? Sampai atas dalam waktu 3 jam. Tiga jam mendaki dan dua jam menurun untuk membuktikan kata orang dan kata Instagram, bahwa benar bukit ini ini menawarkan panorama yang indah dengan tinggi yang masih terjangkau (1700 mdpl) untuk pendaki amatir. Ya Amatir. Berhasil mendaki sampai puncak Pergasingan adalah pencapaian mendaki pertama saya, meski usia saya sebentar lagi sudah kepala tiga. 

Ketika dipikir kembali, saya melakukan banyak hal terlambat. Saya baru suka olahraga ketika telah lulus SMA, mulai rajin bermain sepak bola, belajar main pingpong, kadang ikutan main voli dan bulu tangkis. Futsal mulai rutin setelah bekerja (memasuki usia 24 tahun), tenis bahkan saya baru sempat berlatih sekali baru-baru ini. Meski postur badan sudah tak mengijinkan lagi untuk lincah-lincahan, tapi saya baru sadar ternyata saya senang berolahraga dan agak menyesal mengapa dulu saya malas berolahraga. Jika naik sepeda juga dihitung olahraga, saya baru pertama kali naik sepeda 2 bulan lalu, karena dipaksa keadaan berdinas di sebuah pulau dan sarana transportasi satu-satunya yang bisa digunakan adalah sepeda sewaan. Ternyata bersepeda itu cukup menyenangkan, dan berolahraga secara umum memang menyenangkan.

Selain olahraga, dalam hal percintaan pun saya boleh dibilang sangat terlambat. Baru saat kuliah tingkat 3 saya punya pacar pertama (dan terakhir!). Saat SMA bahkan SMP teman-teman sepermainan sudah mulai pacaran, apel/ngedate (saya beberapa kali jadi "obat nyamuk" buat sahabat yang apel ke rumah pacar-pacarnya), putus-nyambung, sementara saya tak berminat sama sekali. Mungkin sedikit. Mungkin.

Seperti kata pepatah, Lebih Baik Terlambat Daripada Tak Sama Sekali.
Meski terlambat, saya bisa merasakan pengalaman mendaki Pergasingan yang curam, gersang, diterjang angin kencang berdebu saat malam di tenda, kedinginan meski sudah pakai baju 3 lapis, tapi dibalas dengan pemandangan alam yang luar biasa dan keseruan bertualang bersama teman (mulai dari ban mobil pecah, sumpah serapah penyesalan saat mendaki, makan Pop Mie rame-rame, hingga kelaparan menunggu 1,5 jam makanan datang di Lesehan Purnama-Tana Maik).

Meski terlambat, saat ini saya bisa berolahraga secara rutin dan itu sangat menyenangkan, selain fakta bahwa memang sehat untuk tubuh. Bermain futsal bersama teman kantor adalah salah satu momen yang saya tunggu setiap minggunya.

Meski terlambat, saya sangat bersyukur bahwa saya menemukan pacar yang sekarang, yang nantinya akan menjadi pendamping hidup saya. Tak terbayangkan jika saya harus bersama dengan orang lain.
Seperti kata pepatah, Lebih Baik Terlambat Daripada Tak Sama Sekali.
Bagi Anda yang telah memiliki kewajiban perpajakan, ayo penuhi kewajiban Anda di tahun ini. Tahun ini adalah Tahun Pembinaan, sehingga semua sanksi administrasi yang terbit di tahun 2015 atas kewajiban perpajakan tahun 2014 dan sebelumnya, dapat dihapuskan (lengkapnya baca di PMK Nomor 91 Tahun 2015). Jadi bagi Anda yang merasa belum lapor SPT, atau belum bayar pajak yang seharusnya, sekaranglah saatnya.

Lebih Baik Terlambat Daripada Tak Sama Sekali.



Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...