Skip to main content

Posts

Kata dan Kartini

Hari ini 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh perempuan yang memiliki pemikiran visioner di masanya. Di jaman ketika perempuan hanyalah 'aksesoris' bagi laki-laki, Kartini memberontak dan menuangkan pemikirannya dalam barisan kata yang kemudian menjadi semangat Nusantara untuk mewujudkan emansipasi perempuan, atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Andai Kartini hanya melamunkan visinya tanpa disampaikan dalam kata dan kalimat, mungkin kita tak akan bisa melihat perempuan menjadi supir, guru, arsitek, Juru Sita Pajak Negara, anggota polisi, pilot, Menteri Negara, hingga Presiden! Seperti halnya di beberapa negara di Asia yang sampai saat ini masih melarang perempuan untuk menyetir mobil atau bahkan sekedar menonton sepakbola di stadion.

Syukur Masih Bisa Bersyukur

Kalau Anda orang Bali dan ketika musibah menimpa keluarga atau tetangga, akan terbiasa mendengar tanggapan yang mengandung kata " Aget " atau dalam bahasa Indonesia berarti "Untung", bukan karena mereka senang telah ditimpa musibah, tapi karena selalu ada sisi positif dari setiap peristiwa yang terjadi. Contohnya mereka akan mengatakan: " Pedalem ye kemalingan, tapi aget sing mekejang telah "  Terjemahannya : Kasihan mereka kemalingan, tapi untunglah tidak semua hartanya diambil. " Panake tabrakan ibi, aget baisne gen metatu " Terjemahannya : Kemarin anakku mengalami kecelakaan, untung cuma kakinya saja yang luka. Bagi saya, mengucap kalimat positif seperti itu lebih baik karena membuat pikiran lebih jernih meskipun setelah ditimpa musibah, atau setidaknya menenangkan mereka yang ditimpa musibah. Bagi saya itu adalah bentuk dari rasa syukur.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 2)

Lombok, tak cukup satu tulisan kali ini saya sambung lagi dengan sekuelnya, masih tentang hal-hal unik yang terjadi di Lombok dan mungkin saja tidak terjadi di daerah lain di Indonesia. 5. Tukang Parkir, tukang parkir dimana-mana Ciri khas kota berkembang di Indonesia adalah keberadaan tukang parkir, terutama tukang parkir liar yang tidak berseragam, tidak memberikan karcis parkir, dan tidak tahu uangnya disetorkan kemana. Memang parkir menjadi ladang penghasilan yang menggiurkan, Gubernur DKI sampai berani menggaji tukang parkir liar 2 kali UMP atau sekitar 6 juta rupiah setiap bulan, asal mau menjadi tukang parkir resmi dan menyetorkan uang parkir ke Pemprov DKI. Berarti setiap tukang parkir diperkirakan mampu meraup lebih dari 6 juta rupiah setiap bulan! Bandingkan dengan m enjadi kuli panggul di pelabuhan, sebulan dapat 1,5 juta rupiah sudah beruntung, belum biaya jamu buat encok pinggangnya.

Tutorial Untuk Berpuasa 24 Jam (berdasarkan pengalaman pribadi)

Selamat Tahun Baru 2016! Memulai tahun yang baru biasanya diisi dengan mewujudkan resolusi tahun baru yang telah dicanangkan akhir tahun kemarin, nah bagi yang resolusinya menurunkan berat badan atau ingin bisa berpuasa secara penuh, saya coba bagi pengalaman pribadi saya tentang berpuasa. Saya sendiri sebenarnya sangat suka makan, bahkan dulu ketika masih kuliah di Bintaro, yang menjadi penyemangat hari-hari saya adalah memikirkan makan apa besok dan betapa enaknya makanan itu meski cuma nasi di Warung Jawa sederhana. Saya suka makan tapi tak begitu suka ngemil , sukanya ya makan nasi pakai sayur dan lauk, bahkan bisa sampai 4-5 kali makan kalau sudah di rumah orang tua, hahaha ..

Biar Greget!

Sebagai penghuni Kota Mataram tapi bekerja di 'Kota' Praya, perjalanan pulang pergi sejauh 50 Km sudah menjadi keseharian kami. Berangkat pagi biasanya ditempuh dalam waktu 20-30 menit, semakin siang berangkat semakin lama waktu tempuh karena jalanan semakin ramai. Pulang dari kantor biasanya memakan waktu lebih lama, sekitar 45-60 menit kadang bisa lebih dari 1 jam jika ada Upacara Adat Pernikahan Suku Sasak atau dikenal dengan istilah 'Nyongkolan'. Tapi demi menonton Star Wars yang tayang pukul 18.15, saya berangkat dari kantor pukul 17.30 dan sampai di XXI LEM pukul 18.05! Bener-bener Greget rasanya di jalan! Dan terbayar tuntas dengan keren dan epic -nya Star Wars yang baru.

Saya Tak Suka Kejahatan

Lho, memang ada yang suka? Ada kok. Penjahat memiliki istri dan anak-anak yang mencintainya. Perusahaan pembakar hutan Sumatera dan Kalimantan memiliki banyak karyawan yang menggantungkan isi periuk nasinya dari keberadaan perusahaan itu. Ajaran atau aliran sesat juga dihormati oleh penganutnya dan dibanggakan oleh penciptanya.