Skip to main content

Sisi Yang Lain


Setiap hal memiliki lebih dari 1 sisi, minimal 2 sisi seperti dalam idiom dua sisi koin. Bagaimana cara melihat kedua sisi koin ini? Cara mudahnya dengan membalik koin itu sendiri. Bagaimana jika koin tertempel di meja kaca dan tak bisa dibalik? Harus berusaha lebih keras untuk melihat sisi lainnya dengan melihat dari balik meja kaca. Bagaimana jika koin tertempel di meja biasa? Nah ini saya serahkan pada kreativitas Anda dan seberapa penting untuk melihat sisi koin itu.

Berita-berita politik di TV akhir-akhir ini mengingatkan saya ke jaman dulu waktu membantu adik saya mengerjakan materi debat. Untuk setiap topik saya harus menemukan sisi positif dan negatif, meski untuk sebuah topik yang keliatannya sudah pasti satu sisi. Seperti halnya yang terjadi sekarang, program pemerintah sebaik apapun akan ada tentangan dari DPR, masing-masing dengan argumen yang kuat. Apalagi kalau masalahnya menaikkan harga BBM, menemukan sisi negatifnya semudah membalikkan koin tadi.

Di sisi yang lain, polemik politik ini juga memberikan pengaruh baik dan kurang baik. Baiknya dapat menjadi sebuah proses kontrol terhadap setiap kebijakan pemerintah, jangan sampai eksekutif semena-mena pada masyarakat. Pengaruh kurang baiknya polemik yang berkepanjangan ini adalah tertundanya program-program yang telah disusun pemerintah untuk menyejahterakan rakyat (meski hal ini juga masih bisa diperdebatkan). Apalagi jika dihadapkan pada sisa APBN yang tak seberapa di sisa dua bulan tahun anggaran 2014.

Saya pribadi setuju dengan rencana menaikkan harga BBM, bahkan kalau perlu hilangkan premium, lebih baik yang disubsidi pertamax, menjadi Rp10.000,00 per liter, jadi subsidi tak sampai Rp3.000,00. per liter. Sakit memang, tapi sakitnya sekali seterusnya mandiri. Sampai kapan bangsa yang besar ini mau tersandera oleh BBM, dan saya setuju sekali dengan judul sebuah acara parodi dulu sebelum ada ILK, "Republik BBM", republik yang dikendalikan oleh harga BBM.

Lihatlah Cina, negeri dengan penduduk terbanyak di dunia tapi dalam urusan alokasi dana subsidi BBM "hanya" berada di peringkat 30 dunia, sedangkan Indonesia ada di peringkat 14. Jadi harga BBM di Cina bisa jadi lebih mahal daripada di Indonesia, tapi harga barang-barang produksi Cina terbukti bisa lebih murah. Ternyata hal itu mungkin dilakukan, mempertahankan stabilitas harga di tengah naiknya harga BBM. Ini yang harus dipelajari dan diterapkan di Indonesia (tapi tak perlu tiba-tiba studi banding ke Cina juga). Saya yakin sebagian besar masyarakat akan menerima kenaikan harga BBM andai tak membuat harga sembako dan barang-barang ikut melonjak dengan persentase yang sama bahkan lebih besar dari persentase naiknya harga BBM. Sebagian lagi akan membalik koinnya.

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Oleh-oleh dari Bali

Sebagai PNS di instansi vertikal, saya harus menerima nasib bahwa saat Hari Raya Hindu yakni Galungan tak bisa libur, malahan untuk Hari Raya Muslim Idul Adha cuti saya dipotong 1 untuk cuti bersama (14/10/13). Tak apalah, yang penting tetap bisa pulang lebih lama (4 hari liburnya, karena biasanya cuma sabtu-minggu saja). Perjalanan 4 hari membawa banyak hikmah bagi saya, meski ga penting-penting amat sih . Pelabuhan Padangbai seringkali hanya membuka satu dermaga, padahal lalu lintas Bali-Lombok lumayan tinggi. Pelabuhan Lembar hari Jum'at (11/10/13) sore membuka 3 dermaga ke Bali, 3 VS 1, maka terjadilah antrian yang lumayan banyak di laut pelabuhan Padangbai. Kapal yang saya tumpangi telah sampai di Bali jam 11 malam, namun jadinya terombang-ambing menunggu giliran sandar sampai jam 2 pagi. Dari pertama kali saya kerja di Lombok tahun 2008, Pelabuhan Padangbai selalu "jual mahal" dan membuka hanya satu dermaga, sering terjadi antrian panjang beberapa kilometer tr...