Saturday, May 14, 2016

Jujur, Belitong Indah!


"Dream, for God will embrace your dreams." - Andrea Hirata

Pulau Belitung yang oleh penduduk setempat disebut Belitong (seperti halnya banyak kata lain berakhiran 'u' yang disebut jadi 'o' contohnya Desa Gantung disebut Desa Gantong) pertama kali saya kenal saat masih kuliah di novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Ternyata bukan saya saja, jutaan orang lainnya juga mungkin baru mengenal Pulau Belitung dari novel yang berkisah tentang kehidupan masa kecil Andrea "Ikal" Hirata dan sembilan temannya di SD Muhammadiyah Gantong. Ketika akhirnya menonton filmnya di bioskop tahun 2008, dari situ saya dan dia memutuskan bahwa suatu hari nanti kami harus ke Belitung!

Thursday, April 21, 2016

Kata dan Kartini


Hari ini 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh perempuan yang memiliki pemikiran visioner di masanya. Di jaman ketika perempuan hanyalah 'aksesoris' bagi laki-laki, Kartini memberontak dan menuangkan pemikirannya dalam barisan kata yang kemudian menjadi semangat Nusantara untuk mewujudkan emansipasi perempuan, atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Andai Kartini hanya melamunkan visinya tanpa disampaikan dalam kata dan kalimat, mungkin kita tak akan bisa melihat perempuan menjadi supir, guru, arsitek, Juru Sita Pajak Negara, anggota polisi, pilot, Menteri Negara, hingga Presiden! Seperti halnya di beberapa negara di Asia yang sampai saat ini masih melarang perempuan untuk menyetir mobil atau bahkan sekedar menonton sepakbola di stadion.

Sunday, April 17, 2016

Syukur Masih Bisa Bersyukur


Kalau Anda orang Bali dan ketika musibah menimpa keluarga atau tetangga, akan terbiasa mendengar tanggapan yang mengandung kata "Aget" atau dalam bahasa Indonesia berarti "Untung", bukan karena mereka senang telah ditimpa musibah, tapi karena selalu ada sisi positif dari setiap peristiwa yang terjadi. Contohnya mereka akan mengatakan:
"Pedalem ye kemalingan, tapi aget sing mekejang telah
Terjemahannya : Kasihan mereka kemalingan, tapi untunglah tidak semua hartanya diambil.

"Panake tabrakan ibi, aget baisne gen metatu"
Terjemahannya : Kemarin anakku mengalami kecelakaan, untung cuma kakinya saja yang luka.

Bagi saya, mengucap kalimat positif seperti itu lebih baik karena membuat pikiran lebih jernih meskipun setelah ditimpa musibah, atau setidaknya menenangkan mereka yang ditimpa musibah. Bagi saya itu adalah bentuk dari rasa syukur.

Friday, February 12, 2016

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)




Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering.

Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali, baru pernah di Bandung (3 bulan), Tangerang (3 tahun), Jakarta (8 bulan), Sumbawa Besar (3 tahun), dan Mataram (hampir 5 tahun sampai sekarang), tak lupa Bali (lahir, besar, tinggal di pulau indah itu).

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 2)


Lombok, tak cukup satu tulisan kali ini saya sambung lagi dengan sekuelnya, masih tentang hal-hal unik yang terjadi di Lombok dan mungkin saja tidak terjadi di daerah lain di Indonesia.


5. Tukang Parkir, tukang parkir dimana-mana

Ciri khas kota berkembang di Indonesia adalah keberadaan tukang parkir, terutama tukang parkir liar yang tidak berseragam, tidak memberikan karcis parkir, dan tidak tahu uangnya disetorkan kemana. Memang parkir menjadi ladang penghasilan yang menggiurkan, Gubernur DKI sampai berani menggaji tukang parkir liar 2 kali UMP atau sekitar 6 juta rupiah setiap bulan, asal mau menjadi tukang parkir resmi dan menyetorkan uang parkir ke Pemprov DKI. Berarti setiap tukang parkir diperkirakan mampu meraup lebih dari 6 juta rupiah setiap bulan! Bandingkan dengan menjadi kuli panggul di pelabuhan, sebulan dapat 1,5 juta rupiah sudah beruntung, belum biaya jamu buat encok pinggangnya.