Wednesday, August 24, 2022

Nama adalah Doa (orang tua)

Brigadir J dan FS, dua nama yang tak bisa lepas dan selalu menghantui kita dua bulan terakhir. Dalam ‘kita’ ini tak termasuk mereka yang tinggal di luar negeri atau di dalam gua terpencil sambil healing. Pemberitaan Brigadir J dan FS begitu masif di berbagai platform media, ‘menyerang’ dari berbagai arah. Muncul setiap lima menit di stasiun TV nasional; scroll-scroll di medsos dan akan ada selentingan terkait kedua nama itu baik berita, parodi, maupun konspirasi.

Membahas nama membuat saya mengingat idiom lama: nama adalah doa. Idiom ini tidak hanya muncul di Indonesia, tapi berlaku global di dunia. Ada banyak penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia untuk mencari kaitan antara nama dengan akibat dari nama tersebut. Banyak konten yang menyukai ide bahwa nama memberi dampak bagi sang pembawa nama, dan tak kalah banyak pihak yang menyatakan bahwa nama tak berpengaruh apapun.

Apakah Anda menonton pertandingan sepakbola Timnas usia junior? Kalau iya, Anda pasti mendengar banyak nama familiar yang muncul di era 1990-an dan 2000-an dan sekarang menjadi nama pemain-pemain muda Indonesia. Timnas U-16 yang juara AFF 2022 punya nama-nama berikut: Figo Dennis Saputrananto, Femas Aprian Crespo, dan Arkhan Kaka Putra. Timnas U-19 memiliki Ronaldo Kwateh dan Robi Darwis. Robi Darwis bukanlah anak dari legenda Persib Robby Darwis, tapi memang orang tuanya adalah penggemar Robby Darwis.

Menjadi pemain Tim Nasional merupakan puncak pencapaian bagi atlet sepakbola. Kerja keras berlatih selama bertahun-tahun, bermain secara rutin di klub sepakbola, hingga lulus seleksi berlapis-lapis untuk akhirnya mengenakan lambang garuda di dada, mengalahkan jutaan pesaing lainnya (di Indonesia, kalau di Islandia saingannya tak sampai puluhan ribu, tapi kualitas pemainnya tetap jauh di atas Timnas Indonesia :P). Andaipun sudah bermain sangat baik, masih ada peluang tidak terpanggil Timnas karena tidak cocok dengan strategi pelatih (stay spirited Spaso!).

Orang tua Figo Dennis Saputrananto, Femas Aprian Crespo, dan Arkhan Kaka Putra tentu menangis haru melihat anak-anaknya mampu membanggakan nama negara. Doa mereka yang tertulis dalam nama anaknya terwujud nyata. Menjadi pemain sepakbola hebat seperti halnya Luis Figo, Hernan Crespo, dan Ricardo Kaka. Semoga suatu hari nanti pemain Indonesia mampu mencapai level itu, mengangkat trofi Liga Champion, atau sekalian kita bermimpi: mewakili Indonesia di Piala Dunia!

Jadi, sebuah nama apakah begitu penting? Mungkin yang lebih penting adalah bagaimana cara orang tua membesarkan anaknya, dan apa yang dilakukan si anak sendiri untuk pertumbuhan dirinya. Setidaknya ketika mengalami krisis identitas, sang anak masih ada pegangan arah hidup, yakni: namanya.


Ditulis oleh seorang yang bernama Sastra, yang memang belum mampu memenuhi ekspektasi dari namanya berkarya di bidang sastra, setidaknya dia sudah mencoba. 

Sedikit contoh dari orang terkenal di luar sana:




Untuk perusahaan, tentunya nama sangat penting dan penuh pertimbangan matang baik bisnis maupun citra perusahaan.


Semoga hari Anda menyenangkan dan memenuhi potensi diri Anda :)

No comments:

Post a Comment