Skip to main content

Posts

Desa Terpacu untuk Ekonomi Melaju

Menjadi petugas lapangan membuat saya lumayan sering berinteraksi dengan masyarakat dan mengenal kondisi ekonomi secara riil khususnya di Lombok Timur dan Lombok Tengah, wilayah kerja saya 4 tahun belakangan. Dibandingkan 3-4 tahun lalu terjadi perubahan signifikan di desa-desa dengan adanya Program Dana Desa dari dana APBN, pembangunan terjadi nyaris di seluruh desa yang saya lewati dan kunjungi. Mungkin itu salah satu alasan saya menikmati kunjungan lapangan dengan sepeda motor karena bisa menelusuri jalan-jalan tanah yang baru dibuka, bukti bahwa jerih payah pengumpulan Pajak bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat hingga level terbawah. Harus dipahami bahwa Pemerintahan yang sekarang berkonsentrasi untuk pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, terluar, perbatasan, dan desa, sehingga program subsidi dan pembangunan di kota dikurangi, tentu masyarakat kota pada umumnya akan merasakan seakan-akan kondisi ekonomi begitu susah akhir-akhir ini (sampai tercetus istilah ...

Hidup adalah Persaingan

Beberapa bulan terakhir di instansi saya sedang gencar melakukan kunjungan ke masyarakat, jika sebelumnya yang kami kunjungi adalah mereka-mereka yang memiliki usaha besar atau ternama, maka kali ini yang lebih kecil pun disasar. Meski melelahkan, tapi selalu ada ilham dari setiap peristiwa, termasuk kunjungan-kunjungan ini. Sebagian besar mengingatkan saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah saya punya dan telah saya raih saat ini. Sebelum heboh pro dan kontra terkait angkutan berbasis aplikasi atau online , sejak beberapa tahun lalu saya telah menyadari bahwa persaingan usaha bisa begitu berat dan untuk menjadi pengusaha berarti menjadi pejuang melawan persaingan. Setiap kali saya melihat ada warung atau kios atau toko yang tutup karena kalah bersaing, dalam hati saya berpikir bahwa mereka adalah pejuang yang gugur, yang akan bangkit kembali atau musnah dan tergantikan. Mereka adalah pejuang ekonomi, karena tanpa pengusaha dan pedagang (UMKM), ekonomi tidak akan hidup...

Komedi

Apa sih yang diinginkan oleh sebagian besar manusia di planet Bumi ini? Menjadi bahagia. Sementara sebagian besar manusia yang sedang berada di planet lain inginnya pulang ke Bumi. Bahagia itu sesuatu yang sangat kompleks karena mensyaratkan berbagai kondisi, tak sesederhana WA dibalas oleh gebetan sudah ‘bahagia’, mungkin levelnya masih ‘senang’. Karena bahagia yang susah diraih, akhirnya orang akan cukup puas hanya dengan merasa senang, atau setidaknya bisa tertawa. Tertawa kemudian menjadi sebuah kebutuhan, dan di saat ada kebutuhan muncul pula penawaran yakni berupa humor. Mulai dari humor yang ditulis di selembar perkamen di belantara Galia, badut kerajaan yang terancam diumpankan ke buaya jika lawakannya tak lucu, Charlie Chaplin yang bisa membuat orang terpingkal meski tanpa warna dan tanpa suara, hingga Kevin Hart yang mampu mengundang lebih dari 53 ribu orang memenuhi Philadelphia Stadium untuk menonton stand-up comedy- nya selama 1 jam non stop!

Penglatan Punya Cerita

Desa Penglatan, tak semua orang Buleleng yang tahu di mana desa ini berada, apalagi mereka yang berasal dari luar Buleleng. Jadi kalau saya ditanya berasal dari mana, biasanya saya jawab berasal dari Singaraja, kalau masih ditanya lagi Singaraja-nya di mana baru lah saya katakan dari Penglatan. Kemungkinan besar saya masih harus memberi gambaran bahwa Penglatan itu letaknya di sebelah selatan Banyuning, sebelum ke Penarukan.   Pura Bukit Desa Penglatan

Pengabdian

Seorang rekan kerja dan sahabat resmi kami lepas ke masa pensiunnya hari ini. Selama lebih 25 tahun dia abdikan dirinya untuk Kementerian Keuangan, terutama di Direktorat Jenderal Pajak. Memang baru 4 tahun saya mengenal Pak Yasiman, tapi 4 tahun itu menanamkan banyak hal yang sangat penting bagi saya untuk mengarungi jalan panjang saya sebagai PNS atau ASN. Di akhir masa jabatannya Pak Yasiman masih bersemangat bekerja, bahkan Jumat lalu masih lembur untuk menyelesaikan laporan Penghapusan Sanksi Secara Jabatan. Jarak rumah ke kantor sejauh 25 km ditempuh setiap hari dengan sepeda motor, dan masih harus berkendara puluhan kilometer lagi untuk menjangkau lokasi Wajib Pajak di pelosok Lombok nan luas. Ketika kembali dari perjalanan dinas, Pak Yasiman masih sempat menceritakan beberapa cerita dan lelucon kepada kami (memang stok leluconnya tak pernah habis!). Pelajaran yang akan selalu saya ingat untuk Tetap Semangat!

Sistem Kebut Semalam (SKS)

Sistem pendidikan di Indonesia yang ( dulunya ) penuh dengan hapalan membuat istilah Sistem Kebut Semalam (SKS) terkenal, artinya untuk keperluan ujian esok hari, materi pelajaran dihapal dalam waktu singkat (biasanya semalam sampe bablas subuh), sedangkan di hari biasa materi itu nyaris tak tersentuh ( eh ,). Memang ada orang-orang tertentu yang lebih cocok belajar SKS karena memiliki ingatan yang kuat, tapi biasanya materi yang dipelajari dengan SKS akan cepat sekali dilupakan (begitu menyerahkan lembar jawaban, langsung musnah hapalannya ). Nyatanya, SKS tak hanya terjadi dalam dunia pendidikan, masyarakat Indonesia sangat gemar melakukan segala sesuatu menunggu sampai batas akhir yang ditentukan. Misalnya proyek infrastruktur pemerintah jika ditanya H-10 atau H-5 dikatakan proyek baru 60-70%, tapi nanti di hari H proyek telah selesai (atau dianggap selesai?). Mungkin kalau jembatan baru sudah selesai di H-10 ditakutkan pas di Hari H saat peresmian, jembatannya sudah penuh co...

Wisata Tanpa Terduga: Yogyakarta

Sebagai PNS, panggilan dinas disyukuri karena berarti kesempatan untuk mengembangkan diri (dalam pendidikan, pelatihan, atau seminar), sekaligus kesempatan untuk jalan-jalan dan mengenal daerah baru. Selama 8 tahun bekerja, saya telah mengalami panggilan dinas ke Jakarta (beberapa kali), Malang, Surabaya, Bandung, dan terakhir ke Yogyakarta, jadi lengkap sudah area di Pulau Jawa saya kunjungi dalam rangka kedinasan. Jika perjalanan dinas sebelumnya saya lalui dengan sedikit jalan-jalan, biasanya hanya ke Mall-nya, maka kali ini di Yogyakarta saya memang meniatkan diri untuk bertualang demi lebih mengenal daerah istimewa ini.