Skip to main content

What's my age again?

Dua pekan terakhir saya menerima beberapa undangan pernikahan, secara langsung dan undangan via facebook. Seperti biasa ketika menghadiri pernikahan, pertanyaan yang selalu diajukan adalah kapan saya menyusul dan mengingatkan kembali kalau usia saya sudah cocok untuk menikah. Pertanyaan yang sudah sangat sering saya terima, bahkan sejak 4 tahun lalu jadinya sudah terbiasa, hahaha..


Usia yang cocok atau usia standar untuk suatu hal mungkin tercipta dari kewajaran umum dan banyaknya pembanding nyata. Sebagai contoh, karena kebanyakan rekan pria saya menikah di usia 24-27 tahun, maka usia itu disebut usia ideal untuk menikah. Ideal bagi kebanyakan orang. Lagipula orang tua saya sangat santai dalam hal ini, mungkin karena sudah memiliki 7 orang cucu, tak seperti teman-teman lain yang orang tuanya ngebet ingin punya cucu.

Berbicara tentang usia ideal, pemain sepak bola juga memiliki usia ideal, jika saya amati itu adalah antara 18 sampai 33 tahun, kecuali untuk kiper, masih bisa sampai 38 tahun. Untuk usia emas biasanya terjadi di umur 27-28 tahun, tergantung fisik pemain. Tapi salah satu legenda hidup sepak bola Italia dan Juventus, Alessandro Del Piero yang saat ini telah berusia 39 tahun, menyatakan dirinya masih ingin bermain setidaknya 1 tahun lagi. Sang legenda akan menghadapi mantan timnya, Juventus, dalam sebuah pertandingan persahabatan di Australia. Selain Del Piero, masih banyak pemain sepak bola yang sanggup mempertahankan performa meski usia sudah tak lagi mendukung, seperti Paolo Maldini, Ryan Giggs, dan Javier Zanetti. Semuanya legenda sepak bola.
Alessandro Del Piero (Juventus Legend)


Masih tentang usia, kemarin saya kebetulan berobat ke salah satu dokter senior di Mataram yakni dr. Badri atas rekomendasi rekan kantor. Ketika bertemu, saya dikejutkan dengan kenyataan bahwa dr. Badri tidak hanya sekedar senior, tapi sangat senior! Saya menebak usianya sudah mendekati 80 tahun. Gerak geriknya mengingatkan saya pada Master Oogway di film Kungfu Panda. Mungkin karena dokter umum senior seperti beliau, makanya dokter-dokter muda memilih melanjutkan pendidikan spesialis, supaya tak harus bersaing dengan senior yang jelas menang pengalaman dan popularitas.

Inti tulisan kali ini:
Saya, Alex Del Piero, dan dr. Badri memiliki satu kesamaan, people said we are too old, but then we said to them "What's my age again?"

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Pengabdian

Seorang rekan kerja dan sahabat resmi kami lepas ke masa pensiunnya hari ini. Selama lebih 25 tahun dia abdikan dirinya untuk Kementerian Keuangan, terutama di Direktorat Jenderal Pajak. Memang baru 4 tahun saya mengenal Pak Yasiman, tapi 4 tahun itu menanamkan banyak hal yang sangat penting bagi saya untuk mengarungi jalan panjang saya sebagai PNS atau ASN. Di akhir masa jabatannya Pak Yasiman masih bersemangat bekerja, bahkan Jumat lalu masih lembur untuk menyelesaikan laporan Penghapusan Sanksi Secara Jabatan. Jarak rumah ke kantor sejauh 25 km ditempuh setiap hari dengan sepeda motor, dan masih harus berkendara puluhan kilometer lagi untuk menjangkau lokasi Wajib Pajak di pelosok Lombok nan luas. Ketika kembali dari perjalanan dinas, Pak Yasiman masih sempat menceritakan beberapa cerita dan lelucon kepada kami (memang stok leluconnya tak pernah habis!). Pelajaran yang akan selalu saya ingat untuk Tetap Semangat!