Skip to main content

Sayang Anak..Sayang Anak, Dipilih..Dipilih..Presidennya!

Pemilihan presiden sudah di depan mata, tinggal sebulan lagi dan segenap rakyat Indonesia akan melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk memilih sendiri kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia. Kepala negara dan kepala pemerintahan, berarti orang yang terpilih (beserta wakilnya) harus menjalankan tugas yang mahaberat memimpin negara dengan seluruh potensi dan permasalahannya, serta menjadi pucuk pemerintahan yang juga memiliki permasalahan yang tak kalah banyaknya.


Salah satu kejutan dari pemilihan presiden kali ini adalah batalnya ARB untuk maju mewakili Golkar, padahal begitu banyak iklannya sudah beredar di televisi. Mulai dari pidato inspiratif, cerita tentang keluarga suksesnya, sampai testimoni dari anak-anaknya. Sungguh total. 

Kejutan terutama karena ARB adalah kandidat pertama yang mendeklarasikan diri sebagai capres untuk Pemilu 2014, memiliki modal finansial yang lebih dari cukup untuk berkampanye, merupakan ketua salah satu partai politik terbesar di negeri ini, dan hasil pemilihan legislatif dari partai Golkar pun menghasilkan suara terbanyak kedua.

ARB pada akhirnya menjatuhkan pilihan untuk mendukung Prabowo sebagai Capres, meski hasil Pileg Gerindra pimpinan Prabowo sejatinya di bawah raihan Golkar. Jadilah komposisi suara pendukung Prabowo membengkak dan berpeluang besar memenangkan Pilpres, secara statistik. 

Mesin promosi pun bekerja keras dengan menampilkan banyak pemberitaan, baik promosi langsung, maupun dalam kemasan berita. Hal ini wajar karena pendukung utama Prabowo menguasai beberapa stasiun TV di Indonesia. ARB dengan TV One dan Anteve, HT dengan MNC grupnya. Mesin promosi yang luar biasa. Tapi sekaligus menjadikan penonton merasakan ketidaknyamanan, karena tidak semua penonton ingin dijejali berita pencitraan salah satu calon, demikian juga saya. Sebelumnya, setiap pagi dan sore saya lumayan sering menonton berita di RCTI dan ANTV, tapi memasuki masa kampanye ini malah rasanya jadi korban kampanye, beritanya tentang satu tokoh saja.

Bagi saya pribadi, setiap Capres/Cawapres memang memiliki kelebihannya masing-masing dan adalah hak mereka dan tim suksesnya untuk gencar mempromosikan hal tersebut. Yang agak mengusik hati saya adalah ketika seseorang memutuskan memilih satu pasangan karena alasan yang kurang berdasar, mitos, atau hal yang remeh yang tidak berkaitan dengan tugas Mahaberat mereka nantinya. Rasanya kurang pas saja misalkan ada orang yang memilih Jokowi misalnya karena wajahnya sangat Indonesia (atau kata Tukul "Ndeso"), jadi sangat mewakili rakyat ini. Atau memilih Prabowo karena beliau memelihara banyak kuda, lambang dari shio tahun 2014 dan simbol keberhasilan.

Lebih elok rasanya jika seseorang memilih Jokowi misalkan karena beliau telah berhasil mengoptimalkan penggunaan anggaran selama menjabat sebagai Gubernur DKI, banyak sekali program infrastruktur yang bisa berjalan. Jika terpilih, Jokowi nantinya mampu mengoptimalkan APBN yang kita miliki dan mengurangi segala bentuk kebocoran dan penyelewengan belanja negara. Atau memilih Prabowo karena beliau terbukti sebagai pengusaha sukses dengan kekayaan lebih dari 1 Trilyun, sehingga nantinya ketika terpilih mampu mendorong perekonomian Indonesia agar mampu bersaing dengan Singapura, Jepang, Korea Selatan, bahkan India dan Cina.

Berpikir yang bijak dan selamat memilih!



Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...