Skip to main content

Cerita tentang Liburan

Liburan sebentar lagi tiba, libur anak sekolah, libur anak kuliah, libur lebaran, setidaknya lebih dari sekedar sabtu dan minggu. Sebagai pekerja rantau, saya sangat menghargai waktu liburan dan berusaha mengisinya semaksimal mungkin dengan kegiatan yang saya sukai. Tidur dan bermalas-malasan termasuk diantaranya. Jadi seringkali ketika weekend di Mataram, saya memilih hanya berkutat di kost dan bermalas-malasan sepuasnya, menikmati kemewahan tanpa keluar biaya.

Cara menikmati liburan bagi tiap orang berbeda-beda, ada yang cukup ke Jalan Udayana Mataram hari minggu pagi, ada pula yang mesti ke Pantai Pink Lombok baru bisa disebut berlibur. Menurut pengamatan saya ada beberapa tipe liburan yang biasa dilakukan, dan untuk mudahnya dibagi menurut warna,

1. Brown-Type Vacation
Tipe ini bagi mereka yang lebih suka liburan di tempat yang ramai, ada keramaian, atau minimal tidak sepi. Memang objek wisatanya sendiri adalah orang-orang dan interaksi mereka. Lokasi seperti pasar malam, pameran, dan Legian dengan aneka bar dan tempat karaokenya. Seorang teman bercerita bahwa dia dan istrinya agak menyesal menginap di Novotel Kuta Lombok saat honeymoon karena sangat sepi, lebih suka saat di Gili Trawangan dan Senggigi. Well, saya agak shock mendengar pengakuan itu, karena bagi saya Novotel Kuta itu indah banget! Yet I can't afford it for now. Momen itu benar-benar membuka mata saya bahwa memang suatu liburan atau tempat belum tentu cocok untuk semua orang.


2. Grey-Type Vacation
Abu-abu disini saya analogikan dengan tingkat polusi di perkotaan dan warna dominan dari gedung-gedung bertingkat. Pelancong tipe ini lebih suka menghabiskan liburan di pusat pertokoan di kota besar atau komplek gedung-gedung bertingkat nan megah. Saat ini mungkin sudah menjadi tren bagi kalangan menengah untuk berkunjung ke Singapura, seakan kalau belum ke Singapura belum afdol deh.Mall-mall di Jakarta dan Surabaya dan kota besar lainnya juga bisa menjadi tempat liburan favorit. Ada teman saya yang lebih menyukai New York, padahal sudah pernah berkunjung ke Roma, Barcelona, Madrid, dan kota-kota indah lainnya di dunia. Katanya New York memiliki aura tersendiri yang cocok dengannya.


3. Green-Type Vacation
Hijau melambangkan cinta alam, rindang, dan keteduhan. Tipe ini diisi oleh mereka yang sangat mencintai alam terutama pepohonan, pegunungan, bukit dan danau. Destinasi liburan seperti Gunung Batur dan pemandian air panasnya, mendaki Gunung Agung dan melihat Bali dari puncaknya, atau mendaki Gunung Rinjani dan melihat Danau Segara Anak yang maha cantik, adalah rencana liburan favorit mereka. Kami pernah mencoba mendaki Gunung Agung sekali, dan memang diperlukan mental yang berbeda, mental pantang menyerah dan fisik prima. Kami tidak sanggup sampai ke puncak, dan tidak menyesalinya, that's not our type of vacation.

4. Golden-Type Vacation
Istilah Golden ini saya ambil untuk mencitrakan masa keemasan, tradisi, atau adat istiadat. Bali menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan tipe ini, karena dengan mudah bisa melihat bagaimana keindahan adat berpadu dengan sakralnya ritual agama dan rumitnya arsitektur yang bersejarah. Ubud telah menjadi lambang dari wisata budaya sejak dahulu kala dan hingga saat ini masih menjadi magnet bagi wisatawan pecinta keindahan budaya. Beberapa kota di Indonesia pun telah berupaya untuk mengemas wisata budaya dan sejarah bagi wisatawan untuk mendatangkan PAD sekaligus melestarikan budaya itu sendiri, seperti pendeklarasian Kota Tua atau atraksi wisata kegiatan adat yang menahun, seperti tradisi Bau Nyale di Pantai Seger, Lombok. 



5. Blue-Type Vacation
Sampai ke tipe terakhir sekaligus tipe yang paling cocok bagi saya, wisata pantai, laut, dan hamparan langit biru tanpa batas. Kombinasi ketiganya sangat cocok digunakan sebagai latar foto, hahaha..Sangat banyak alasan wisatawan untuk berlibur ke pantai, berselancar, berjemur, bermain pasir, berenang, snorkeling, menyelam, memancing,  menikmati hembusan angin pantai, atau menyantap hidangan khas ikan laut. Saya bangga tinggal di Mataram, karena saya berkesempatan untuk mengunjungi pantai-pantai di sini yang sangat indah dan alami. Gili Meno meski sepi, tapi sangat menawan, Tanjung Aan yang mempesona, dan puluhan Gili dan pantai lain yang suatu saat nanti semoga bisa saya kunjungi. Bagi saya dan dia, liburan ke pantai adalah liburan terbaik! Itu sebabnya cita-cita kami adalah bisa berlibur ke Pulau Komodo, Belitong, Raja Ampat, Maladewa, dan Santorini di Yunani! Cita-cita memang harus yang tinggi-tinggi, agar semangat bekerja dan menabung untuk liburan.

Karena tipe liburan yang berbeda, tak heran kadang agak susah untuk mengajak teman atau keluarga liburan bersama, dan memang jangan dipaksakan untuk itu, belum tentu mereka bisa menikmati sebagaimana kita menikmatinya. Liburan adalah momen untuk relaksasi dan mengisi ulang energi dan mental, jangan sampai malah menjadi memori buruk hanya karena alasan setia kawan atau biar rame.
  
Jadi, tipe manakah anda?

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Sisi Lain Lombok Yang Mungkin Tak Kamu Ketahui (Part 1)

Siapa sih yang tak kenal Pulau Lombok saat ini? Terakhir, Pulau Lombok dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia, mengalahkan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). Pulau Lombok juga berulang kali masuk nominasi pulau terindah di Asia bersama dengan Pulau Bali. Masih kurang bukti? Acara jalan-jalan di TV berulang kali berkunjung ke Lombok, baik yang sekedar jalan kaki di pinggir pantai Gili Trawangan, berenang diantara ikan-ikan dan terumbu karang di Gili Kondo, mancing di Sekotong Barat, hingga mendaki Gunung Rinjani, dan mengendarai motor trail menaiki Bukit Marese. Bahkan grup jalan-jalan Lombok makin hits dan anggotanya bertambah terus, baik di Instagram maupun di kenyataan saat gathering . Meski telah dipublikasikan secara luas, masih ada hal-hal unik tentang Pulau Lombok yang mungkin tidak diketahui secara luas dan mungkin hanya ada di Lombok. Mungkin tidak ada di tempat lain, karena belum 1% dari Republik Indonesia tercinta ini yang saya tinggali , baru perna...