Monday, July 11, 2016

Kutu Busuk Terkutuk!


Nama 'Kutu Busuk' tampaknya sangat pas, karena kelakuan mereka memang busuk!


Jadi tadi malam saya berangkat kembali ke Lombok via Pelabuhan Padangbai dengan kapal laut KMP Trimas, yang berangkat pukul 8 malam. Kapalnya bagus, AC-nya terasa dingin dan banyak sekali kursi empuk. Tapi karena pernah beberapa kali mengalami serangan kutu busuk (serangan terakhir beberapa bulan lalu saat naik KMP Rama), saya sangat menghindari duduk atau berbaring di media kain, seperti sofa dari kain atau beludru dan karpet. Sayang sekali KMP Trimas tak memberi pilihan, adanya kursi kain dan kasur karet tapi digelar di atas karpet. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya pilihan jatuh ke kasur karet. Mungkin saja kutu busuknya akan sedikit enggan berjalan dari karpet ke atas kasur karet. Mungkin.


Sedikit flashback ke kejadian di KMP Rama. Jadi saya waktu itu tidur di sofa kain tapi yang masih terbungkus plastik bening khas sofa baru dibeli. Karena keyakinan pembungkus plastik akan menghindarkan dari kutu busuk, saya tidur dengan nyaman. Ternyata oh ternyata, saya tetap diserang, belasan bentol gigitan muncul di leher, punggung, lengan, dan kuping. Setelah terbangun karena gatal yang luar biasa, saya memperhatikan barisan kutu busuk yang bergerilya dari bawah sofa menuju tempat saya tidur terutama arah kepala. Jadilah semalaman di kapal saya habiskan dengan mencari dan membunuhi kutu busuk satu persatu dari baju, jaket, rompi, dan tas. Malam itu mungkin saya membunuh lebih dari 20 kutu busuk, besar dan kecil. Sedikit gambaran, gigitan kutu busuk memang tidak menularkan penyakit, tapi gatalnya seperti terpapar ulat bulu, ukuran bentolnya besar seperti koin 100 rupiah lama. Dan rasa gatalnya tahan lama, bahkan sampai 2-3 hari. Menulis ini saja membuat saya merinding.

Pengalaman di KMP Rama seharusnya mengajarkan saya sesuatu ya, setidaknya pencegahan. Tapi alangkah sialnya tadi malam, minyak kayu putih yang biasa saya bawa tertinggal di sepeda motor. Karena posisi sepeda motor sangat berjejal di lambung kapal, jadi saya malas untuk mengambilnya. Dan hilanglah kewaspadaan.

Terlelap beberapa saat, saya merasakan gatal di punggung, tapi tidak ada bentol, jadi saya meyakinkan diri mungkin hanya perasaan saya saja. Beberapa menit berlalu, gatalnya makin meluas dan meyakinkan, akhirnya saya terbangun dan mata saya awas melihat ke sekililing tempat tidur. Tampaklah disana barisan kutu busuk yang beriringan dari karpet menuju kasur karet. Tentu saja saya bunuh semua yang terlihat. Satu jam berikutnya saya habiskan untuk menginspeksi pakaian dan menemukan beberapa kutu busuk yang bersembunyi. Di saat itu saya melihat sekitar, dan sedikit iri karena penumpang lain mampu tidur terlelap tak satupun merasa terganggu gigitan. Memang sih kutu busuk ini tampaknya memilih mangsanya, mungkin berdasarkan golongan darah.

Setelah membereskan kutu busuk di pakaian, saya bergegas ke sepeda motor untuk mengambil minyak kayu putih. Di tengah jalan saya menoleh ke kamar-kamar yang disewakan, dan di sana saya melihat teman masa SMA saya, Endrawan, juga sedang garuk-garuk dan mengawasi rompinya. Langsung saya sapa "Diserang titih (kutu busuk) ya? Ini saya juga korban." Dia menyahut "Kayaknya ya, tapi ini teman sekamar saya tenang-tenang saja tidurnya.". Dasar hewan pemilih!

Setelah bersusah payah mengambil minyak dari sadel sepeda motor (karena memang posisi kendaraan dibuat sangat mepet oleh ABK), dan meminyaki setiap bagian tubuh yang terlihat, saya meyakinkan diri untuk tidur, karena memang ngantuk dan berencana menonton Final Euro 2016 pukul 3 dini harinya. Tapi apa daya, tetap saya diganggu beberapa kutu busuk dan akhirnya dari 5 jam perjalanan laut, saya mungkin hanya tidur 30 menit. 

Oya, saat itu di dekat posisi kasur saya, ada seorang ibu dan balita perempuannya yang tidur di karpet. Si balita mengeluh ke ibunya gatal, dan ibunya hanya menyuruh pakai selimut supaya tak digigit nyamuk. Dan tentunya setelah pakai selimutpun hasilnya tetap sama, si balita tetap mengeluh gatal. Bahkan ibu dan anak yang berdampingan, para kutu busuk hanya memilih menggigit si balita. Kelakuan mereka memang busuk!


NB :
Sesampainya di kost pukul 02.30, saya langsung menyemprot baju, rompi, jaket, dan tas dengan baygon semprot. Dan akhirnya tak tidur juga karena Final Euro 2016 tayang dari pukul 3 sampai 6 pagi! Selamat untuk Portugal dan pertahanan solidnya, terutama Ronaldo dengan tangisan inspiratifnya.

No comments:

Post a Comment