Skip to main content

Posts

Kejujuran Kunci Kehidupan

Pada jaman dahulu kala, hiduplah sendirian seorang Petapa di tengah hutan belantara. Petapa ini setiap hari hidup dengan menikmati hasil hutan, itupun yang dinikmatinya adalah buah-buahan yang telah jatuh dari pohonnya. Kadang kala Petapa melakukan puasa selama berhari-hari ketika khusuk dalam meditasinya. Berkat keteguhan hati dalam bertapa, Dewata datang di tengah pertapaannya dan memberi sang Petapa anugerah, yakni empat ekor burung dengan nyanyian yang sangat merdu. Dewata memberi petunjuk bahwa keempat burung ini apabila diberikan sebagai hadiah kepada orang lain, maka setiap burung akan membawa berkah yang berbeda, yakni kejujuran, kepercayaan, kekayaan, dan ketenaran. Petapa menerima anugerah Dewata dengan sangat bahagia, dan hidup bersama keempat burung tanpa perlu disangkar karena keempatnya sangat jinak.

Nama adalah Doa (orang tua)

Brigadir J dan FS, dua nama yang tak bisa lepas dan selalu menghantui kita dua bulan terakhir. Dalam ‘kita’ ini tak termasuk mereka yang tinggal di luar negeri atau di dalam gua terpencil sambil healing . Pemberitaan Brigadir J dan FS begitu masif di berbagai platform media, ‘menyerang’ dari berbagai arah. Muncul setiap lima menit di stasiun TV nasional; scroll-scroll di medsos dan akan ada selentingan terkait kedua nama itu baik berita, parodi, maupun konspirasi. Membahas nama membuat saya mengingat idiom lama: nama adalah doa. Idiom ini tidak hanya muncul di Indonesia, tapi berlaku global di dunia. Ada banyak penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia untuk mencari kaitan antara nama dengan akibat dari nama tersebut. Banyak konten yang menyukai ide bahwa nama memberi dampak bagi sang pembawa nama, dan tak kalah banyak pihak yang menyatakan bahwa nama tak berpengaruh apapun.

October's movie review

Finally, cinemas are open for public! After months of closure due to Covid-19, this October Indonesian Government loosen some restrictions and one of them is allowing cinemas open with 50% capacity (later on increased to 70%). I have given up on watching movies on big screen before, in desperate time, I watched Marvel's Black Widow on my laptop. Unsatisfying. Both the movie and the experience. Now cinemas are back, I managed to watched four movies this month and these are my reviews: 1. Marvel's Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings First movie to watch celebrating cinemas opening? off course Marvels!  I feel a big jump watching Shang-Chi from the last time I watched Black Widow. Marvel used to try to explain everything that looks 'magical' in their movies: how Iron Man suit built, fly, and even the feel inside the suit; how Ant-Man can shrink to minuscule and bag a big punch; or how Dr. Strange create portal to everywhere he wanted. This time, for me Marvel just we...

Kintamani yang sedang digemari

"Promo menginap Rp200ribu semalam lengkap dengan sarapan, api unggun, view Gunung Batur, gratis tiket air panas, dan tersedia paket sunrise tracking. " Iklan di IG. Ternyata yang di foto itu owner -nya Caption Instagram tersebut memancing perhatian saya dan membuka kembali peluang untuk liburan ke Kintamani dengan harga terjangkau. Jarak dari Jimbaran membuat liburan bermotor ke Kintamani terlalu melelahkan andai tak menginap. Pengalaman berlibur ke Kintamani sebelumnya sudah lebih dari tiga tahun lalu, bahkan saat itu pun biaya menginap dan makan di Kintamani termasuk lebih tinggi daripada Denpasar. Wajar sih mengingat lokasinya terpencil, kondisi serupa terjadi di Gili Trawangan dan Sembalun di Lombok.

Ayo Donor Plasma Konvalesen!

Pandemi Covid-19 telah berlangsung 1,5 tahun dan kalau boleh saya bagi menjadi 2 periode besar yakni periode pertama sejak pandemi mulai terjadi di awal 2020 hingga mulai ‘terkendali’ dan Indonesia seakan telah memasuki periode New Normal . Periode kedua terjadi saat varian Delta mulai masuk (Juni 2021) dan masih menimbulkan segala kekacauan hingga saat ini. Kamu, saya, dan orang di sekitar kita kemungkinan besar berhasil melalui periode pertama pandemi dengan aman, tubuh yang sehat, sangat jarang terkena flu, dan tidak terjangkit Covid-19. Periode kedua, nah, periode kedua adalah saat kamu, saya, dan orang di sekitar kita telah terjangkit Covid-19, dan sayangnya sangat banyak yang tak mampu bertahan.

Demam Euro 2020

  "Ketika kami kecewa setelah imbang 2-2 di Munich, sementara Jerman merayakannya, itu sukar dipercaya," kata Marco Rossi (Pelatih Timnas Hungaria) kepada M4 Sport , seperti dikutip UEFA.com . “Mereka telah bertarung seperti singa di tiga pertandingan. Kami tak pernah gentar dengan nama-nama besar yang kami hadapi. Mereka telah membuat seluruh negeri merasa bangga." Penonton salut atas perjuangan Hungaria

Mengenal Tembakau Lombok

Menunggu orang tua panen   Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya selama menjadi Account Representative di KPP Pratama Praya yang memiliki wilayah kerja Lombok Tengah dan Lombok Timur (2013—2018). Jika Anda pernah mengunjungi Lombok Tengah dan Lombok Timur, pasti pernah melihat lahan kebun tembakau terhampar di sepanjang perjalanan, khususnya di musim kemarau seperti bulan Agustus ini. Tembakau adalah komoditas paling tepat untuk ditanam di daerah kering dan minim curah hujan di Pulau Lombok bagian tengah, selatan, dan timur, seperti di Kecamatan Praya Timur, Terara, Sikur, dan Sakra. Daerah-daerah ini tak seberuntung Lombok Barat yang berlimpah air dan menjadi lumbung padi regional, atau daerah kaki Gunung Rinjani yang subur un tu k aneka hortikultura. Tembakau hanya sekali musim tanam dalam setahun, tapi nilai ekonomisnya sangat tinggi, sehingga mampu untuk dijadikan mata pencaharian utama petani. Bahkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Provinsi...