Skip to main content

Mau Dibawa Kemana Negara Kita?

Dalam teori ekonomi dikenal empat faktor produksi tradisional, yakni tanah dan sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan keterampilan (kewirausahaan). Hal ini umum diajarkan di mata pelajaran ekonomi dasar. Seringkali setelah pembahasan teori tersebut, dijelaskan pula bahwa banyak negara yang tidak memiliki faktor produksi tanah, sumber daya alam, dan tenaga kerja, tapi dengan kewirausahaan tinggi mampu menghasilkan modal yang besar dan akhirnya menjadi negara maju, contohnya Jerman dan Jepang.



Memasuki milenium baru, dunia dikejutkan bagaimana Cina dan India begitu dominan dalam perekonomian global. Kerajinan rumah tangga rakyat Cina yang dulunya peralatan rumah tangga seperti sumpit, sekarang menjadi HP dan alat elektronik. India menjadi pusat produksi semi konduktor dan hardware teknologi canggih. Beberapa ahli ekonomi kemudian menyatakan bahwa d tahun 2035 nanti ekonomi dunia akan dikuasai oleh empat negara, Brasil, Rusia, India, dan Cina atau dikenal dengan sebutan BRIC. Negara seperti Amerika, Prancis, dan Jepang dinilai sedang mengalami penurunan ekonomi.

Modal dasar menonjolnya BRIC boleh dibilang sederhana, tanah yang luas, sumber daya alam melimpah, dan jumlah tenaga kerja (penduduk) yang besar, seperti halnya disebut dalam teori ekonomi yakni dua faktor produksi pertama. Faktor produksi tenaga kerja seiring dengan waktu bertransformasi menjadi pasar yang potensial. Jadi saat ekspor tak memungkinkan, masih ada pasar dalam negeri yang siap menjadi pembeli setia.

Bagaimana dengan Indonesia? Perekonomian Indonesia saat ini tengah tumbuh, dengan kekuatan masyarakat ekonomi golongan menengahnya yang meningkat pesat, salah satu yang tertinggi di dunia. Saat perekonomian global dilanda krisis ekonomi tahun 2008, Indonesia, bersama dengan India dan Cina, mampu bertahan karena kekuatan konsumsi dalam negeri. Ya, Indonesia bertahan dari goyangan krisis karena memiliki masyarakat yang konsumtif. Sifat yang dijelek-jelekkan dalam banyak literatur, malah menjadi penyelamat negara ini dari krisis, seperti yang dialami Yunani. Bahkan ada ahli yang menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin ekonomi global bersama dengan BRIC serta Meksiko dan Turki di tahun 2050.

Pemilihan presiden akan digelar 9 Juli nanti. Mampukah Presiden terpilih membawa negara ini mencapai cita-cita yang diamanatkan dalam UUD 45 yakni mewujudkan negara yang merdeka (secara ekonomi), bersatu, berdaulat, adil, dan makmur? Jangan sampai apa yang terjadi dalam kepemimpinan terakhir terulang, APBN dan SDA negeri ini dijadikan jatah yang dibagi-bagikan ke para elit politik dan penguasa daerah. Pembaca yang budiman jangan lupa ikut memilih, ikutlah menentukan kemana negara ini dibawa.

Comments

Popular posts from this blog

Lembar-Padangbai: Dekat di peta, Jauh diseberangi

Ketika bertemu sanak keluarga atau tetangga di kampung, sering kali pertanyaan yang diajukan adalah di mana sekarang bekerja, dan saat saya jawab di Lombok, maka sebagian besar akan bilang: "Oo, di Lombok, deket kan..berapa lama nyebrangnya dari Lombok ke Bali?" Saya jawab, "Biasanya sih 5 jam di laut, kadang kalau cepat bisa 4 jam, pernah juga 7 jam." Dan mereka pasti terkejut. Jika belum pernah mengalami perjalanan laut Lombok-Bali pasti tidak menyangka, karena secara awam melihat Lombok tidaklah sejauh itu, rata-rata mengira hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 jam saja selama di laut. Meski terlihat dekat di peta, jarak Pelabuhan Lembar di Lombok, dengan Pelabuhan Padangbai di Bali adalah 36 Mil laut. Sebagai perbandingan, jarak Ketapang dengan Gilimanuk hanyalah 3 Mil laut, sehingga bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Selain jarak, ada juga faktor gelombang laut yang kencang, yang menjadi resiko tersendiri jika nahkoda tak mengambil rute agak memu...

Belanja Online, Pilihan Cara Belanja Tanpa Bayar Parkir (Tapi Kena Ongkir)

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jadi wajar jika hari raya Islam mempengaruhi bagaimana budaya masyarakat secara keseluruhan, terutama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Secara kebiasaan di bulan puasa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja meningkat, baik itu makanan, pakaian, atau belanja lainnya. Produsen dan pedagang pun memahami hal ini, makanya mereka akan berlomba memberikan promo khusus (arus penawaran) di bulan ini untuk memuaskan niat berbelanja masyarakat (arus permintaan). Tak terkecuali situs berbelanja online atau via internet.

Saat Teori (Tak Lagi) Menjadi Batasan

Belajar adalah bagian penting dari hidup manusia, sejak manusia prasejarah pertama kali mengenal api, sampai balita pertama kali bermain Angry Birds di smartphone ayahnya. Tuhan menganugerahi manusia otak yang begitu luar biasa yang sanggup berpikir, berkeinginan, berkembang, dan belajar ke tingkat yang tak dapat kita bayangkan saat ini. Banyak teori yang menyatakan bahwa manusia baru menggunakan sekian persen dari kemampuan otaknya, still plenty room for improvement !!